KOMPAS.com - Saat ini, banyak masyarakat yang berusaha untuk menerapkan hidup sehat dengan kembali mengonsumsi makanan organik.
Banyak juga yang menderita sakit dan ingin kembali menggunakan makanan bernutrisi tinggi sebagai obat.
Makanan organik seperti sayur dan buah memiliki banyak kandungan dan nutrisi. Salah satunya adalah sayur seledri.
Dikutip dari laman WebMD, seledri merupakan sayuran aromatik yang termasuk dalam famili Apiaceae, yang mencakup wortel, ubi, adas, peterseli, dan jinten.
Seledri pertama kali ditanam di Mediterania dan Timur Tengah, dan telah digunakan sebagai makanan dan obat selama berabad-abad.
Seledri sendiri merupakan sayuran umum yang sering ditemukan di Indonesia.
Batang seledri seringkali menjadi bahan untuk membuat salad mentah dan menjadi tambahan rasa pada sup dan smoothie.
Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai kandungan nutrisi dan manfaat pada seledri.
Baca juga: 6 Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Seledri, Apa Saja?
Kandungan nutrisi seledri
Dikutip dari laman WebMD, berikut merupakan kandungan nutrisi yang ada pada seledri,
- Vitamin A
- Vitamin C
- Vitamin K
- Kalium
- Folat
- Kalsium.
Sementara itu, pada satu porsi seledri yang sudah dicincang, terdapat berbagai macam kandungan yakni sebagai berikut,
- Kalori: 14
- Protein: Kurang dari 1 gram
- Lemak: Kurang dari 1 gram
- Karbohidrat: 3 gram
- Serat: 1,6 gram
- Gula: 1 gram.
Baca juga: 5 Manfaat Minum Air Rebusan Seledri, Cegah Stroke dan Turunkan Asam Urat
Apa saja manfaat seledri bagi tubuh?
Dikutip dari laman BBC, terdapat beberapa manfaat sayur seledri bagi tubuh. Berikut manfaat-manfaatnya,
Menyehatkan kondisi JantungSayuran seledri dapat menyehatkan jantung. Hal itu disebabkan seledri mengandung kalium dan kalsium yang penting untuk kesehatan jantung.
Seledri juga mengandung folat dan vitamin K. Kedua kandungan ini diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan pembekuan darah yang efektif.
Selain mengandung vitamin dan mineral, seledri memiliki sumber senyawa tanaman yang disebut flavonoid.
Flavonoid memiliki manfaat yang baik pada sistem kardiovaskular.
Dilansir dari laman BBC, disebutkan bahwa sebuah studi pada tahun 2010 meneliti tentang ekstrak seledri yang memiliki kandungan fitonutrien.
Kandungan fitronutrien bermanfaat untuk melindungi mukosa pencernaan dan dapat melindungi tukak lambung.
Dapat menekan peradanganDilansir dari laman BBC, sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa seledri dapat menekan peradangan.
Hal itu membuat seledri bermanfaat bagi kondisi peradangan kronis, seperti radang sendi.
Namun, sebagian besar penelitian yang dilakukan menggunakan model hewan sehingga diperlukan lebih banyak uji coba pada manusia.
Baca juga: Viral, Video Kucing Disebut Nge-fly Saat Makan Daun Seledri, Berbahayakah?
Dapat meningkatkan daya ingatPenelitian di tahun 2017 menemukan bahwa ekstrak seledri dapat menghentikan penurunan kognitif terkait penuaan dan depresi.
Dikutip dari BBC, terdapat studi mengenai manfaat neuroprotektif dari ekstrak seledri menunjukkan hasil positif pada tikus yang menderita demensia dan alzheimer.
Namun, penelitian seperti ini masih memerlukan kajian lebih lanjut sebab objek yang menjadi penelitian adalah hewan.
Dapat membantu mengelola gula darahDikutip dari BBC, dengan Indeks Glikemik (IG) yang rendah serta kandungan serat yang tinggi, seledri bermanfaat bagi mereka yang perlu mengatur kadar gula darah.
Penelitian menunjukkan bahwa seledri mungkin efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah.
Dapat membantu manajemen berat badanKepadatan serat dan air yang ada dalam seledri dapat membantu kita merasa lebih kenyang sehingga cenderung tidak menginginkan kalori lebih, setidaknya dalam jangka waktu pendek.
Baca juga: 5 Manfaat Daun Seledri, Salah Satunya Mengatasi Asam Urat
Namun, seledri tidak selalu aman bagi semua orang
Bagi mayoritas masyarakat Indonesia, seledri merupakan makanan sehat yang dapat dikonsumsi.
Namun, bagi orang-orang tertentu yang memiliki alergi, ada efek samping yang terjadi ketika mengkonsumsinya.
Dikutip dari laman BBC, efek samping itu berupa reaksi ringan dapat berupa gejala seperti mulut atau lidah gatal, bersin, atau hidung meler.
Selain itu, seledri mengandung banyak oksalat yang mungkin tidak cocok bagi penderita batu ginjal atau penyakit lain yang terkait ginjal.
Hal ini perlu dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter umum untuk mengetahui keterkaitannya dengan masalah ginjal.
Selain penyakit batu ginjal, sindrom iritasi usus besar juga tidak disarankan untuk banyak mengonsumsi ini.
Hal itu disebabkan seledri mengandung sejenis karbohidrat yang dikenal sebagai FODMAP. Karbohidrat ini dapat berfermentasi di dalam usus dan memperburuk penyakit usus.
Selain itu, seledri juga mengandung kadar senyawa manitol yang tinggi. Hal itu dapat menyebabkan dehidrasi, mengganggu keseimbangan natrium dalam tubuh, dan masalah lain.
Baca juga: Tak Hanya Menyedapkan Olahan Sup, Ini 5 Manfaat Kesehatan dari Seledri
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.