KOMPAS.com - Vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi yang cukup efektif dan bersifat permanen bagi pria.
Prosedur ini banyak dipilih karena dapat mencegah kehamilan tanpa harus bergantung pada kontrasepsi jangka panjang yang umumnya digunakan oleh perempuan, seperti pil KB atau IUD.
Dengan vasektomi, pasangan bisa menjalani kehidupan seksual dengan lebih nyaman dan tenang, tanpa rasa khawatir akan kehamilan yang tidak direncanakan.
Situasi itu pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kualitas hubungan secara keseluruhan.
Baca juga: Dokter Bedah Plastik di Taiwan Dilaporkan Operasi Vasektomi ke Dirinya Sendiri, Kok Bisa?
Apa yang dialami pria yang jalani vasektomi?
Vasektomi merupakan prosedur bedah kecil yang dilakukan terhadap pria untuk mencegah kehamilan pada pasangan.
Dikutip dari Mayo Clinic, operasi vasektomi pada umumnya memakan waktu sekitar 15-20 menit.
Sebelum tindakan dimulai, dokter akan memberikan anestesi lokal pada kulit skrotum untuk membuat area tersebut mati rasa, sehingga pasien tidak akan merasakan sakit selama prosedur berlangsung.
Setelah itu, dokter akan membuka sedikit bagian kulit skrotum dan mencari saluran vas deferens, yakni saluran yang mengangkut sperma dari testis.
Begitu ditemukan, saluran ini akan ditarik keluar, kemudian dipotong dan ditutup dengan cara diikat serta dipasang klip bedah khusus.
Setelah vas deferens ditutup, dokter akan mengembalikannya ke dalam skrotum dan menutup sayatan pada kulit.
Jahitan biasanya kecil dan akan menyatu atau tertutup dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Pemulihan setelah vasektomi
Setelah operasi, pasien mungkin akan merasakan nyeri ringan, pembengkakan, atau rasa tidak nyaman di area skrotum.
Gejala ini bersifat sementara dan biasanya membaik dalam beberapa hari.
Sementara itu, penting bagi siapa saja untuk segera menghubungi dokter jika muncul tanda-tanda infeksi, seperti:
- Demam
- Bau tidak sedap dari area luka
- Pembengkakan hebat
- Perubahan warna kulit skrotum
Dengan prosedur yang cepat dan pemulihan yang umumnya lancar, vasektomi menjadi pilihan kontrasepsi permanen yang aman dan efektif bagi pria.
Baca juga: Layanan Kontrasepsi yang Ditanggung BPJS Kesehatan, Suntik KB hingga Prosedur Vasektomi
Kapan boleh berhubungan badan lagi?
Sebagaimana dilansir Cleveland Clinic, sebagian besar pria yang menjalani vasektomi dapat kembali beraktivitas dalam waktu 48 hingga 72 jam setelah prosedur.
Namun, jika pekerjaan seseorang melibatkan aktivitas fisik berat, disarankan untuk beristirahat selama satu minggu penuh guna memastikan pemulihan berjalan optimal.
Mengenai kehidupan seksual, para pria yang baru menjalani vasektomi umumnya boleh kembali berhubungan intim sekitar tujuh hari setelah operasi.
Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa mereka yang baru menjalani vasektomi bisa saja membuat pasangan tetap hamil.
Sebab, sperma yang tersisa dalam saluran reproduksi masih bisa keluar bersama air mani.
Oleh karena itu, diperlukan kondom atau alat kontrasepsi lain selama beberapa minggu awal.
Jika diperlukan, pasien juga dapat menjalani tes analisis sperma kembali setelah beberapa bulan untuk memastikan.
Baca juga: Bisakah Terjadi Kehamilan Setelah Vasektomi? Ini Peluangnya Menurut Dokter
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.