Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai Kebakaran Besar, Israel Juga Diterjang Badai Pasir

Baca di App
Lihat Foto
JACK GUEZ / AFP
Ilustrasi badai pasir di Israel. Pengemudi berkendara saat badai pasir di Tel Aviv pada 1 Juni 2023. (Foto oleh JACK GUEZ / AFP)
|
Editor: Inten Esti Pratiwi

KOMPAS.com - Setelah dilanda kebakaran hutan hebat, Israel juga diterjang badai pasir (sand storm) yang terjadi pada Rabu (30/4/2025).

Usai ribuan hektar lahan dekat wilayah Yerusalem hangus, badai pasir hebat menerjang wilayah selatan Israel.

Badai ini menerjang Gurun Negev dan Kota Beersheba, di mana embusan angin yang sangat kuat membuat jarak pandang nyaris nol.

Badai pasir tersebut membuat kawasan itu dipenuhi kabut tebal dan menjadikan langit berwarna jingga gelap. 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Israel Dilanda Kebakaran Besar, Ribuan Hektar Hangus, Satu Terduga Pelaku Diamankan

Dampak badai pasir yang melanda Israel

Menurut laporan Anadolu, Kamis (1/5/2025), sejumlah media menayangkan rekaman yang menampilkan ganasnya badai pasir yang menerjang Beersheba, wilayah gurun di Negev, Israel bagian selatan.

Dalam tayangan tersebut, terlihat bagaimana kota gurun itu perlahan tertutup oleh awan debu raksasa.

Stasiun televisi Channel 12 menayangkan cuplikan para tentara yang kesulitan menutup gerbang pangkalan militer saat badai berlangsung.

Kekuatan angin yang sangat kencang membuat tentara mengalami kesulitan saat menutup pintu pangkalan.

Baca juga: Israel Dilanda Kebakaran Hutan Terparah, Nyatakan Darurat Nasional-Minta Bantuan Negara Lain

Sebelumnya, para ahli meteorologi telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi angin kencang yang akan melanda wilayah selatan Israel. 

Peringatan dini tersebut menjelaskan adanya potensi angin kuat yang diperkirakan akan terjadi pada siang hari yang disertai kabut asap tebal.

Bahkan, peringatan tersebut juga mengingatkan adanya kemungkinan badai pasir di wilayah selatan. 

"Gelombang panas juga diperkirakan mencapai puncaknya pada sore hari, dengan suhu berkisar antara 98 hingga 100 derajat Fahrenheit (36,66 hingga 37,77 derajat Celsius) di sepanjang kawasan pesisir,” ujar ahli meteorologi Lior Sudri dikutip dari NDTV, Kamis (1/5/2025).

Akibat cuaca ekstrem tersebut, pemerintah Israel memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan peringatan Hari Kemerdekaan ke-77 Israel. 

Sebagai gantinya, siaran televisi Israel menayangkan rekaman gladi bersih upacara pembukaan pada Rabu malam.

Baca juga: Hotel di Jepang Tuntut Turis Israel Menyatakan Tidak Terlibat Kejahatan Perang

Kebakaran hutan di dekat Yerusalem

Dilansir dari NewsX, Kamis (1/5/2025, kebakaran hutan yang terjadi di dekat wilayah Yerusalem juga menambah kekhawatiran pemerintah.

Selain evakuasi dan penanganan mandiri, Israel juga telah meminta bantuan internasional untuk membantu proses pemadaman.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa Italia dan Kroasia diperkirakan akan mengirimkan tiga pesawat pemadam kebakaran untuk membantu proses pemadaman. 

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Israel juga telah meminta bantuan dari Yunani, Siprus, dan Bulgaria.

Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa sebanyak 120 unit layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan telah mengerahkan puluhan tim, pesawat, serta helikopter dalam upaya pemadaman. 

Peristiwa kebakaran ini bertepatan dengan hari peringatan Israel untuk menghormati para prajurit yang gugur. 

Sejumlah upacara yang seharusnya berlangsung pada malam perayaan Hari Kemerdekaan pun dibatalkan, termasuk acara kenegaraan utama yang rencananya digelar di Yerusalem.

Baca juga: 15 Poin Fatwa Ulama Dunia soal Konflik Israel-Palestina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi