Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CEO Amazon Web Services Ungkap Skill Penting untuk Sukses di Era AI, Bukan Coding

Baca di App
Lihat Foto
Freepik/rawpixel
Ilustrasi AI.
|
Editor: Yefta Christopherus Asia Sanjaya

KOMPAS.com - Sebagian orang beranggapan keterampilan teknologi informasi, coding, AI engineer, atau deep learning akan sangat dibutuhkan di masa depan.

Pandangan ini muncul karena perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin masif dan diyakini mampu membuka peluang kerja bagi mereka yang menguasainya.

Namun, CEO Amazon Web Services Matt Garman menilai keterampilan-keterampilan tersebut bukanlah hal utama yang perlu dikuasai. Menurutnya, ada kemampuan lain yang jauh lebih penting dari semuanya itu.

Apakah itu?

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Kurir di India Manfaatkan AI untuk Layani Pelanggan Berbahasa Inggris

Keterampilan terpenting di era serba AI

Garman mengatakan, orang di zaman sekarang tidak memerlukan gelar atau keterampilan teknis yang tinggi untuk mencapai keberhasilan dalam waktu dekat.

Menurutnya, perusahaan akan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja dengan soft skill, seperti kreativitas.

Garman bahkan meminta anaknya yang masih duduk di bangku SMA untuk mengembangkan kemampuan kritis jika sudah kuliah apa pun mata kuliah yang diambil.

“Saya pikir bagian dari kuliah adalah membangun pemikiran kritis,” ujar Garman dikutip dari CNBC, Rabu (13/8/2025).

Baca juga: Jadi Korban Pemerasan Menggunakan Foto Editan AI, Apa yang Harus Dilakukan?

“Ini bukan tentang pengembangan keterampilan melainkan tentang bagaimana menjadi seorang pemikir kritis? Dalam beberapa hal saya pikir justru akan menjadi keterampilan terpenting di masa depan,” tambahnya.

Selain pemikiran yang kritis, Garman juga menyarankan orang lain untuk mengedepankan kreativitas dan bersikap fleksibel.

“Saya pikir kemampuan untuk mempelajari hal-hal baru dan beradaptasi akan sama pentingnya dengan keterampilan apa pun yang Anda pelajari,” imbuhnya.

Garman menambahkan, ada dua keterampilan lain yang penting untuk saat ini dan masa depan.

Keterampilan yang ia maksud adalah kemampuan beradaptasi secara lancar dengan teknologi baru, termasuk alat serta agen berbasis AI, dan berkomunikasi secara efektif dengan kolega dan pelanggan.

Baca juga: Panduan agar Pekerjaan Kita Tak Tergantikan oleh AI Menurut Pendiri Y Combinator

Menurutnya, komunikasi masih diperlukan karena keterampilan ini membuat manusia lebih unggul dari AI, khususnya dalam hal menangkap isyarat sosial, menunjukkan empati, dan kecerdasan sosial.

Komunikasi juga bisa memperlihatkan kemampuan mendengarkan secara aktif dan memberikan feedback yang mendalam.

″(Keterampilan-keterampilan itu) penting saat ini. Saya pikir keterampilan-keterampilan itu akan sama pentingnya, bahkan mungkin lebih penting (di masa depan),” kata Garman.

Ia menambahkan, AI sebenarnya dapat menangani berbagai tugas administratif, tetapi sebagian besar pelanggan tetap ingin berbicara dengan seseorang dan mendapatkan wawasan serta perhatian pribadi dari manusia.

“Keterampilan interpersonal tersebut akan tetap menjadi sangat penting untuk jangka waktu yang lama,” ujar Garman.

Baca juga: Pakar Sebut AI Bikin Gelar Sarjana Ketinggalan Zaman, Ini Pekerjaan yang Terdampak

AI tidak sebanding dengan kemampuan berpikir kritis

Keterampilan dan tugas administratif yang dapat direplikasi oleh AI terus bertambah.

Amazon menjadi salah satu perusahaan yang telah mengumumkan rencana untuk mengurangi jumlah tenaga kerja.

Langkah tersebut diambil sambil mengadopsi lebih banyak perangkat dan agen AI di tahun-tahun mendatang.

Meski AI berpotensi mengancam lapangan kerja di masa depan, kecerdasan buatan tidak sebanding dengan kecerdasan manusia ketika menggunakan pemikiran kritis dan kreativitas.

Dua hal tersebut berperan untuk melahirkan ide-ide baru dan membuat penilaian yang lebih bernuansa berdasarkan studi Scientific Reports yang dipublikasikan ke jurnal National Library of Medicine pada 2023.

Baca juga: Politisi Inggris Ciptakan Chatbot AI Kloningan Dirinya untuk Dengar Keluhan Warga

Siswa bisa mengasah dan menerapkan keterampilan berpikir kritis hampir di semua bidang studi.

Hal tersebut dapat ditingkatkan lewat kebiasaan sehari-hari, seperti mengajukan lebih banyak pertanyaan maupun permainan papan strategis.

Sementara itu, pakar karier LinkedIn Andrew McCaskill mengatakan, kemampuan dalam berpikir kritis bisa diperlihatkan kepada calon pemberi kerja.

Keterampilan tersebut juga bisa dibuktikan dengan menyoroti masalah-masalah yang sulit yang sudah dipecahkan di tempat kerja atau mengajukan pertanyaan yang bijaksana untuk mencerminkan keingintahuan dan kemampuan komunikasi diri sendiri.

Baca juga: Pria Ini Ikuti Saran Diet Cuma dari Chatbot AI, Begini Akibatnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi