Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siapa Budisatrio Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Jadi Ketua Karang Taruna Nasional?

Baca di App
Lihat Foto
KOMPAS.com/Leonardo Juan
Ketua Umum PP Perbasi 2024-2028, Budisatrio Djiwandono, memberikan keterangan pers kepada awak media di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Selasa (29/10/2024).
|
Editor: Intan Maharani

KOMPAS.com - Budisatrio Djiwandono resmi memimpin Karang Taruna sebagai Ketua Umum periode 2025–2030.

Pengangkatan keponakan Presiden Prabowo Subianto ini sebagai Ketua Umum Karang Taruna menuai perhatian dari warganet, khususnya di X. 

Salah satu akun @Bo****sjfk, mengunggah foto tangkapan layar sebuah headline berita yang berbunyi, "Keponakan Prabowo Jadi Ketum Karang Taruna Nasional, Mensos: Hasil Musyawarah" pada Senin, (25/8/2025).

Baca juga: Penjelasan Gerindra soal Baliho Budisatrio Djiwandono-Kaesang Maju Pilkada Jakarta

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Unggahan tersebut lantas menarik perhatian warganet, utamanya terkait hubungan kekerabatan antara Budisatrio dengan Prabowo. 

"Mau siapa presiden nya pasti keluarga dapet jabatan atau proyek," komentar akun @Ha****fjsn.

"Sistemnya membuka lapangan pekerjaan tapi s&k only," sahut @am****kfnk.

"Karang Taruna Nasional tu kerjaannya ngapain ya? Aku ga tau ada lembaga ini," ujar @am****rtnd.

Lantas, siapa Budisatrio Djiwandono dan bagaimana rekam jejaknya sebelum diangkat jadi Ketua Umum Karang Taruna Nasional?

Latar belakang keluarga dan pendidikan

Gerardus Budisatrio Djiwandono lahir dari pasangan Sudrajad Djiwandono dan Bianti Djiwandono pada 25 September 1981. 

Dilansir dari Kompas.com, (30/5/2025), ayahnya adalah Gubernur Bank Indonesia periode 1993–1998, sedangkan ibunya merupakan kakak kandung Prabowo Subianto. 

Sejak kecil, ia dikenal dekat dengan lingkungan keluarga yang kental dengan tradisi politik dan kebijakan publik. 

Sudrajad Djiwandono semasa menjabat di Bank Indonesia melewati periode krisis ekonomi Asia, sementara Prabowo kemudian menapaki jalan panjang di dunia militer dan politik hingga menjadi Presiden.

Budisatrio menempuh pendidikan dasar di SD Santa Theresia dan melanjutkan ke SMP Pelita Harapan. 

Saat remaja, ia pindah ke Amerika Serikat untuk bersekolah di Berkshire School. Gelar sarjana bidang Government & International Relation ia raih di Clark University, AS. 

Baca juga: Bantah Maju Pilkada Jakarta 2024 bersama Kaesang, Budisatrio: Gerindra Sudah Ada Nama

Perjalanan karier Budisatrio

Pada 2017, ia memulai kiprah di DPR RI sebagai anggota Pergantian Antar Waktu untuk sisa masa jabatan 2014-2019. 

Ia menggantikan Luther Kombong yang wafat pada Juni 2017. 

Pada periode 2019–2024, Budisatrio kembali terpilih dan menjabat Wakil Ketua Komisi IV yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, dan lingkungan hidup. 

Posisi ini membuatnya bersentuhan langsung dengan isu pangan dan sumber daya alam yang vital.

Selain di parlemen, ia juga mendapat kepercayaan dari Partai Gerindra sebagai Juru Bicara Pemenangan Pemilu 2024. 

Selain karier politik, Budisatrio aktif di dunia usaha. Ia pernah menjabat Wakil Direktur PT Nusantara Energy dan Komisaris PT Satrio Putra Tidar.

Selanjutnya, ia menduduki posisi Direktur Utama PT Nusantara Pandu Energi, Direktur PT Kertas Nusantara, dan Komisaris Utama PT Karunia Tidar Abadi.

Baca juga: Sosok Indroyono Soesilo, Menteri Jokowi yang Dilantik Prabowo Menjadi Dubes AS

Diangkat jadi Ketua Karang Taruna Nasional

Budisatrio ditetapkan sebagai Ketua Umum Karang Taruna melalui Temu Karya Nasional IX di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial. 

Ia menggantikan Didik Mukrianto sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030. 

Berdasarkan Kementerian Sosial RI, proses pemilihan berlangsung dengan musyawarah mufakat.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan yang diwariskan pamannya. 

"Saya pernah dititipkan bapak ibu sekalian sebuah nasihat, pesan yang saya pegang, yang menjadi bagian dari prinsip, nilai hidup saya," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Minggu (24/8/2025). 

Ia menjelaskan, pesan itu menekankan pentingnya membantu orang lain sesuai kemampuan. 

"Budi, kalau kau sudah punya rezeki, kau bantu sebanyak-banyaknya orang. Kalau kau belum cukup rezeki, bantu sebisa-bisanya. Kalau bisa bantu 10.000 orang, bantu 10.000 orang. Bisanya baru bantu 1.000 orang, bantu 1.000 orang. Baru bisa bantu 100 orang, bantu 100 orang. Cuma bisa bantu 1 orang ya bantu 1 orang," jelasnya.

Menurut Budisatrio, inti dari pesan tersebut adalah larangan untuk berbuat jahat kepada siapapun. 

"Ini saya pelajari dan tanamkan di jiwa saya. Kebetulan yang mengajari dan menitipkan pesan ini namanya bapak Prabowo Subianto dan memang beliau adalah paman saya," sambungnya.

Ia menutup pidato dengan menegaskan arah kepemimpinan Karang Taruna lima tahun ke depan. 

"Ini nilai-nilai yang saya belajar dari Bapak Presiden kita, dan saya coba menanamkan nilai itu ke Karang Taruna," pungkas Budisatrio.

(Sumber: Kompas.com/Aditya Priyatna Darmawan, Nicholas Ryan Aditya | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh, Jessi Carina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag
Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi