Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Fakta Dwi Hartono, Motivator yang Diduga Jadi Otak Pembunuhan Kacab Bank

Baca di App
Lihat Foto
Instagram @klanhartono
Dwi Hartono. Jejak Kriminal Dwi Hartono, Palsukan Ijazah hingga Diduga Jadi Otak Penculikan KCP Bank BUMN
|
Editor: Yefta Christopherus Asia Sanjaya

KOMPAS.com - Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa Dwi Hartono menjadi terduga otak pembunuhan kepala cabang pembantu sebuah bank di Jakarta, Mohamad Ilham Pradipta (37).

Korban dibunuh setelah diculik di parkiran sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025).

Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di persawahan di Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (21/8/2025).

“Benar (@klanhartono) Instagram-nya DH (Dwi Hartono),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dikutip dari Antara, Selasa (26/8/2025).

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berikut sejumlah fakta terkait sosok Dwi Hartono yang diduga menjadi otak pembunuhan kepala bank di Jakarta.

Baca juga: 8 Fakta Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kepala Bank BUMN, Termasuk Identitas Pelaku

1. Dwi Hartono ditangkap di Solo

Dwi ditangkap di Kota Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 20.15 WIB.

Selain Dwi, polisi meringkus YJ dan AA, dua orang yang diduga menjadi aktor utama penculikan disertai pembunuhan terhadap kepala bank di Jakarta.

Polisi juga mengamankan satu terduga aktor utama pembunuhan berinisial C di Pantai Indah Kapuk, Jakarta pada Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.

“Saat ini, para tersangka sedang dilakukan pendalaman secara intensif,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim dikutip dari Antara, Minggu (24/8/2025).

Sebelum menangkap Dwi, YJ, AA, dan C, polisi sudah meringkus RS, AT, RW, dan RAH yang diduga menjemput dan mengantarkan korban sebelum dibunuh.

RS, AT, RW, dan RAH diamankan di dua lokasi yang berbeda, yakni Johar Baru, Jakarta Pusat dan Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Mereka membawa korban ke Jakarta Timur setelah mendapat perintah dari eksekutor berinisial F.

Baca juga: Daftar Tersangka Pembunuhan Kacab Bank BUMN Jadi 15 Orang, Ini Perannya

2. Dwi Hartono masuk klaster aktor intelektual

Abdul menjelaskan, Polda Metro Jaya sudah menetapkan 15 orang sebagai tersangka pembunuhan kepala bank di Jakarta. Mereka kemudian dibagi menjadi beberapa klaster.

Klaster pertama adalah aktor intelektual, sementara klaster kedua merupakan pihak yang membuntuti korban sebelum dibunuh.

Kemudian, klaster ketiga adalah kelompok yang bertugas menculik, sedangkan klaster keempat menganiaya hingga menewaskan korban dan membuang jenazah.

Dikutip dari Antara, Rabu (27/8/2025), polisi belum mengungkap peran detail dari masing-masing terduga pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, diduga Dwi bersama C, YJ, dan AA merupakan aktor intelektual di balik penculikan dan pembunuhan kepala bank di Jakarta.

Sementara itu, AT, RS, RAH, dan RW bertugas untuk menculik korban sebelum dibunuh.

Baca juga: Siapa Dwi Hartono yang Diduga Jadi Otak Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN?

3. Dwi Hartono dikenal sebagai motivator

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (27/8/2025), Ade menjelaskan, Dwi yang ditangkap di Solo dikenal sebagai motivator bisnis.

Ia juga mempunyai kanal YouTube dengan nama "Klan Hartono" yang sudah diikuti oleh 169.000 orang.

Dwi kerap mengunggah konten mengenai motivasi bisnis di usia muda melalui channel tersebut.

Akun Instagram Dwi juga diikuti oleh banyak warganet. Jumlah pengikut pada akun @klanhartono mencapai 37.000 followers.

Baca juga: Peran 8 Tersangka Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN

4. Polisi sebut Dwi Hartono punya usaha bimbel

Ade mengungkapkan bahwa Dwi juga adalah pengusaha yang membuka layanan bimbingan belajar (bimbel) online.

Dwi juga memiliki yayasan bernama Hartono Foundation yang bergerak di bidang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kesehatan, dan pendidikan.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, Rabu (27/8/2025), yayasan tersebut pertama kali mengunggah konten di akun Instagram @hartono_foundation pada 1 Februari 2019.

Pada saat itu, fokus yayasan adalah memberi beasiswa pendidikan, terutama untuk mahasiswa.

Baca juga: Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

5. Warga kenal Dwi Hartono sebagai sosok yang dermawan

Dwi lahir di Lahat, Sumatera Selatan pada 6 Oktober 1985. Namun, namanya dikenal di Jambi sebagai seorang pengusaha yang sukses dan dermawan.

Jay Saragih, warga Kabupaten Tebo, Jambi, mengatakan bahwa Dwi pernah menyediakan fasilitas desa, termasuk satu mobil ambulans.

Dwi juga pernah mendatangkan penyanyi dangdut dari Jakarta dan dikenal sebagai pemberi dana untuk berbagai acara, salah satunya reuni alumni SMA.

Baca juga: 8 Fakta Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kepala Bank BUMN, Termasuk Identitas Pelaku

6. Dwi Hartono dikabarkan pernah berniat jadi calon bupati

Menurut pengakuan Jay, Dwi juga pernah berniat maju menjadi calon Bupati Tebo.

Namun, ia mengurungkan niat tersebut karena diminta menjadi calon wakil bupati.

“Ya, dulu dia mau maju Bupati, tapi dia diminta jadi nomor dua (wakil bupati). Jadi batal karena dari awal dia mau nomor satu (bupati),” kata Jay.

“Warga sebenarnya berharap dia maju jadi Bupati, bukan wakil, karena dia dikenal sebagai dermawan di sini. Jadi dia mundur,” pungkasnya.

Baca juga: 4 Aktor Utama Pembunuhan Kacab Bank BUMN Ditangkap di Solo dan PIK, Siapa Saja?

7. Dwi Hartono kuliah di UGM

Dwi ternyata menempuh pendidikan di Program Magister atau S-2 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Kampus Jakarta.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan kepala bank di Jakarta, UGM menonaktifkan status Dwi sebagai mahasiswa.

Surat penonaktifan Dwi sebagai mahasiswa ditandatangani oleh Dekan FEB UGM Prof Didi Achjari.

“Yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari seluruh kegiatan akademik Semester Gasal 2025/2026 sebagai bentuk dukungan UGM terhadap proses hukum dan penyelidikan yang tengah berlangsung,” ujar Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana dikutip dari Antara, Rabu (27/8/2025).

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Aktivis Munir yang Diusut Kembali oleh Komnas HAM

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi