Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diungkap Wamen Stella, Benarkah Uang Bikin Bahagia bila Dibelanjakan untuk Orang Lain?

Baca di App
Lihat Foto
Pexels
Ilustrasi bahagia karena uang. Wamen Stella mengatakan uang bisa membuat bahagia jika dibelanjakan untuk orang lain.
|
Editor: Inten Esti Pratiwi

KOMPAS.com - Lini masa media sosial Instagram menyoroti ungkapan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, terkait uang.

Pernyataan tersebut beredar dalam potongan video pidato Wamen Stella saat menghadiri acara Kick Off Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) 2025 pada Kamis (21/8/2025).

"Uang bisa mendatangkan kebahagiaan. Tetapi, ada tetapinya. Bukan dengan membelanjkan sendiri uang itu, tetapi dengan membelanjakan uangnya untuk orang lain. Ini sungguh ada studinya," tutur Wamen Stella dalam unggahan akun @p**********ks, Selasa (26/8/2025).

Pendapat Wamen tersebut menuai pro dan kontra warganet lantaran sebagian merasa tertekan ketika membayar pajak, sementara yang lain merasa bahagia ketika bersedekah.

Lantas, benarkah uang bisa memberi kebahagiaan jika dibagikan kepada orang lain?

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: 10 Mata Uang Paling Lemah di Dunia Juli 2025, Salah Satunya Rupiah


Hubungan uang dengan kebahagiaan

Dosen Psikologi UNISA Yogyakarta, Ratna Yunita Setiani Subardjo setuju bahwa uang bisa membuat bahagia apabila dibelanjakan untuk orang lain.

Ia mengatakan bahwa klaim ini didukung oleh beberapa teori psikologi, meliputi teori altruisme, teori psikologi positif, dan psikologi uang.

Menurut dia, psikologi positif berfokus pada aspek-aspek positif dalam kehidupan manusia, seperti kebahagiaan dan kepuasan hidup.

"Dalam psikologi positif, kebahagiaan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepribadian, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti hubungan sosial dan pengalaman hidup," terang Ratna kepada Kompas.com, Rabu (27/8/2025).

Ia melanjutkan bahwa uang termasuk ke dalam faktor eksternal yang membawa kebahagiaan.

Sementara itu, teori altruisme menyatakan bahwa perilaku membantu orang lain bisa meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup seseorang.

"Ketika kita membantu orang lain, kita merasa lebih terhubung dengan mereka dan lebih puas dengan diri sendiri," sambung dia.

Kemudian, teori psikologi uang mempelajari bagaimana cara manusia memandang uang dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis.

"Menurut psikologi uang, kebahagiaan tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah uang yang dimiliki, tetapi juga oleh cara kita menggunakannya," kata dia.

Baca juga: Dunia Influencer Indonesia: Citra Ditebus dengan Uang

Berbagi uang dengan orang lain bikin bahagia?

Selanjutnya, Ratna menjelaskan bagaimana membelanjakan uang untuk orang lain bisa memupuk kebahagiaan.

Pertama, berbagi dengan orang lain bisa meningkatkan dan memperkuat hubungan sosial.

"Berbagi membuat kita merasa lebih terhubung dengan orang lain," ujar Ratna.

Selanjutnya, dia menilai bahwa berbagi dengan orang lain juga bisa meningkatkan kepuasaan hidup.

Sebab, berbagi bisa memberikan rasa pencapaian dan keberhasilan karena telah menolong atau menciptakan kebahagiaan di hati orang lain.

Ratna menambahkan, bahwa berbagi juga bisa mengurangi stres dan kecemasan. Sebab, hal ini bisa memberikan rasa kontrol dan keamanan.

"Dalam konteks psikologi, memberi kepada orang lain dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup seseorang," rangkum dia.

Karena itu, Ratna mengimbau pentingnya menyadari bahwa perilaku terhadap uang berkaitan dengan faktor psikologis.

Dengan begitu, seseorang bisa menggunakan uangnya untuk meningkatkan kebahagiaan diri sendiri sekaligus orang lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi