Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahmad Sahroni Tolak Tantangan Debat, Salsa Erwina Hutagalung Singgung Gaji dari Rakyat

Baca di App
Lihat Foto
KOMPAS.com/Syakirun Ni'am
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025).
|
Editor: Intan Maharani

KOMPAS.com - Kontroversi ucapan Ahmad Sahroni soal “orang tolol sedunia” terus berlanjut. 

Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu disorot publik setelah komentarnya viral di media sosial. 

Kritik keras datang dari warganet, hingga seorang influencer muda, Salsa Erwina Hutagalung, menantangnya berdebat secara terbuka.

Baca juga: Profil Ahmad Sahroni, Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono pada Pilkada Jakarta 2024

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tantangan tersebut menjadi sorotan karena tidak hanya berupa ajakan, melainkan juga disertai sindiran tajam. Salsa menegaskan bahwa seorang politisi harus sadar gajinya berasal dari rakyat yang diwakilinya.

Di sisi lain, Ahmad Sahroni memilih tidak meladeni tantangan itu dan meresponsnya dengan santai.

Lantas, bagaimana ucapan Ahmad Sahroni bisa memicu sindiran menohok dari Salsa Erwina?

Ucapan Sahroni yang picu kritikan dari banyak pihak

Pernyataan Sahroni bermula ketika ia menanggapi wacana pembubaran DPR RI yang ramai diperbincangkan. 

Dalam kunjungan ke Polda Sumut, ia berkata bahwa mental ingin membubarkan DPR "tertolol sedunia". 

"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (27/8/2025). 

Ucapan tersebut segera menyebar di media sosial dan menjadi viral. Banyak warganet menilai kalimat itu merendahkan masyarakat. 

Kritik juga datang dari mantan Wakapolri Oegroseno, yang menilai pernyataan itu tidak pantas diucapkan pejabat publik. Gelombang kritik inilah yang kemudian memicu tantangan debat dari Salsa Erwina.

Baca juga: Respons Komisi III DPR soal Kasus Polisi Tembak Polisi, Ahmad Sahroni: Hajar

Sindiran terbuka dan ajakan debat dari Salsa Erwina

Salsa menanggapi ucapan tersebut dengan nada keras dalam unggahannya di Instagram.

"Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88 dari partai @official_nasdem. Kita buktikan siapa yang sebenernya tolol dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat!" tulisnya. 

Sindiran Salsa semakin tajam saat ia menyinggung posisi Sahroni sebagai wakil rakyat. 

"Berani? Bertanggung jawab sama kata2 kamu ngatain bos yang bayar gaji kamu ‘tolol’. Namanya gak tau diri, duitnya diembat, dikatain, manusia maruk bin gak tau diri," tulisnya lagi. 

Kalimat ini viral karena dianggap mewakili kemarahan publik.

Tidak hanya menantang, Salsa juga mengusulkan debat dilakukan dengan juri profesional internasional. Ia menilai cara itu akan membuat publik bisa menilai secara objektif siapa yang memiliki argumen lebih kuat.

Usulan ini menarik perhatian karena jarang terjadi seorang influencer menantang langsung pejabat tinggi negara di ruang publik dengan format yang sangat formal. 

Wacana debat terbuka dengan juri internasional pun menambah panas perdebatan di media sosial.

Baca juga: Demo Buruh 28 Agustus di Gedung DPR, Apa yang Perlu Diketahui?

Tanggapan santai Sahroni

Alih-alih menerima tantangan, Ahmad Sahroni memilih menolak. Ia menuliskan respons santai di akun Instagram pribadinya.

"Ane gak akan ladenin org yg ajak debat ane, ane mau bertapa dl bia pinter krn ane masih bloon. ane ini masih bego," tulisnya. 

Pernyataan tersebut membuat warganet semakin ramai berkomentar. 

Sebagian menilai Sahroni mencoba meredakan situasi dengan bercanda, tetapi sebagian lain menganggapnya sebagai cara menghindar dari tanggung jawab publik.

Sosok Salsa Erwina Hutagalung

Setelah viral menantang Sahroni, publik mulai mencari tahu sosok Salsa Erwina. 

Dilansir dari Kompas.com, Rabu, ia ternyata memiliki latar belakang akademik dan prestasi yang menonjol. 

Pada 2014, Salsa menjuarai lomba debat internasional di Nanyang Technological University. Ia juga pernah menjadi mahasiswa berprestasi di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kini, Salsa tinggal di Aarhus, Denmark, dan aktif sebagai konten kreator. 

Ia mengelola podcast Jadi Dewasa 101 yang membahas pengenalan diri, ekspektasi hidup, hingga manajemen keuangan. 

Reputasinya sebagai influencer berprestasi membuat tantangannya terhadap Sahroni mendapat perhatian luas.

Baca juga: Seberapa Penting Tunjangan Rumah Rp 50 Juta per Bulan bagi Anggota DPR?

Sahroni klarifikasi bukan ditujukan untuk rakyat

Di tengah polemik, Sahroni memberikan klarifikasi. Ia menegaskan ucapannya tidak pernah ditujukan kepada masyarakat yang menyerukan pembubaran DPR RI. 

“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” katadia. 

Menurutnya, istilah tersebut diarahkan pada pola pikir yang menganggap DPR bisa dibubarkan begitu saja hanya karena isu gaji dan tunjangan anggota. 

Ia menyebut pernyataannya dipahami keliru sehingga menimbulkan kesalahpahaman di publik.

Sahroni menilai wacana pembubaran DPR yang ramai dibicarakan publik muncul karena isu gaji dan tunjangan anggota DPR. 

Baca juga: Resmi, DPR Sahkan RUU Haji Jadi Undang-Undang, Ini Poin-poin yang Disepakati

Ia menegaskan, topik tersebut perlu dijelaskan secara detail dan teknis, mulai dari tunjangan rumah hingga fasilitas anggota dewan, agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Maka itu enggak make sense kalau pembubaran DPR, cuma gara-gara yang tidak dapat informasi lengkap tentang tunjangan-tunjangan itu,” ujarnya. 

Dengan penjelasan ini, ia berusaha menegaskan bahwa kritik publik lahir dari informasi yang tidak utuh.

Politisi Partai NasDem ini mengingatkan bahwa pembubaran DPR bisa melemahkan demokrasi Indonesia. 

Menurutnya, lembaga legislatif tetap dibutuhkan untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

(Sumber: Kompas.com/Rizal Setyo Nugroho, Umi Nur Fadhilah)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag
Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi