Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Macan Tutul Jawa, Hewan Endemik Indonesia yang Terancam Punah

Baca di App
Lihat Foto
Wikimedia Commons/Vachovec1
Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas).
|
Editor: Muhammad Zaenuddin

KOMPAS.com - Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) adalah subspesies macan tutul yang sebarannya sangat terbatas di Pulau Jawa, Kangean, Nusa Kambangan, dan Pulau Sempu.

Macan tutul Jawa termasuk keluarga Panthera, umumnya memiliki motif bintik-bintik hitam dan bulu kuning kecoklatan.

Baca juga: Daftar Hewan yang Terancam Punah 2025, Ada Hewan Endemik Indonesia


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Spesies ini diketahui memiliki dua variasi warna bulu yaitu gelap, sering disebut macan kumbang, dan warna terang, dikenal sebagai macan tutul.

Keduanya merupakan jenis spesies satwa yang sama. Macan kumbang adalah macan tutul Jawa yang mengalami melanisme (mutasi genetik yang membuat produksi melanin menjadi sangat berlebihan).

Tetapi dalam intensitas cahaya tertentu, terkadang pola tutul pada macan kumbang tetap dapat terlihat.

Baca juga: Macan Tutul Jawa Terekam Kamera di Gunung Sanggabuana, Karawang

Taksonomi macan tutul Jawa:

Baca juga: Momen Langka, Induk dan 2 Anak Macan Dahan Kalimantan Terekam Kamera

Satwa endemik yang dilindungi

Macan tutul Jawa adalah salah satu hewan endemik Indonesia yang termasuk satwa langka prioritas nasional yang dilindungi.

Mereka dilindungi berdasarkan Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

Hal tersebut disebabkan karena populasi macan tutul Jawa di diperkirakan terus menurun dan penyebarannya diperkirakan terus menyempit akibat fragmentasi hutan.

Baca juga: WWF Ungkap 10 Satwa Paling Terancam Punah, 5 Ada di Indonesia

Bahkan spesies ini termasuk dalam Redlist IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dengan kategori Critically Endangered dan termasuk dalam Appendix I CITES (Convention on International Trade in En-dangered Species of Wild Fauna and Flora).

Artinya, macan tutul Jawa dilarang untuk diperdagangkan secara internasional dalam keadaan apapun.

Menurut laporan Java-Wide Leopard Survey 2024 Kementerian Kehutanan, macan tutul Jawa tersebar terutama di 29 petak habitat, sebagian besar adalah taman nasional, umumnya berukuran kecil dan terisolasi satu sama lain.

Baca juga: Kabar Gembira, Populasi Penyu Laut yang Terancam Punah Mulai Pulih

Dengan perkiraan ukuran populasi kurang lebih 350 individu dewasa di alam, populasi macan tutul jawa diduga terus mengalami penyusutan dalam kurun waktu dua dekade terakhir.

Peran macan tutul jawa dalam keseimbangan ekosistem

Macan tutul Jawa termasuk kedalam spesies kunci yang keberadaanya sangat penting bagi keseimbangan ekosistem.

Spesies ini merupakan karnivora yang berada di puncak rantai makanan dan membentuk tropik level teratas dalam ekosistem.

Baca juga: 5 Negara dengan Spesies Ular Terbanyak di Dunia 2025, Termasuk Indonesia

Sebagai karnivora puncak, macan tutul Jawa dapat mengendalikan populasi satwa yang berada dibawah level tropiknya.

Hilangnya predator puncak dapat menyebabkan jumlah satwa mangsa yang berada di bawah level trofiknya menjadi over-populasi.

Akibatnya akan terjadi ketidakseimbangan ekosistem, khususnya jumlah satwa antara mangsa dan predator.

Baca juga: 10 Hewan Endemik yang Hanya Ada di Indonesia, Ada Spesies Burung hingga Monyet

Sumber:
Laporan Kemajuan Survei Nasional Macan Tutul Jawa Kementerian Kehutanan
Balai Taman Nasional Meru Betiri
WWF-Indonesia

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi