KOMPAS.com - Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) adalah subspesies macan tutul yang sebarannya sangat terbatas di Pulau Jawa, Kangean, Nusa Kambangan, dan Pulau Sempu.
Macan tutul Jawa termasuk keluarga Panthera, umumnya memiliki motif bintik-bintik hitam dan bulu kuning kecoklatan.
Baca juga: Daftar Hewan yang Terancam Punah 2025, Ada Hewan Endemik Indonesia
Spesies ini diketahui memiliki dua variasi warna bulu yaitu gelap, sering disebut macan kumbang, dan warna terang, dikenal sebagai macan tutul.
Keduanya merupakan jenis spesies satwa yang sama. Macan kumbang adalah macan tutul Jawa yang mengalami melanisme (mutasi genetik yang membuat produksi melanin menjadi sangat berlebihan).
Tetapi dalam intensitas cahaya tertentu, terkadang pola tutul pada macan kumbang tetap dapat terlihat.
Baca juga: Macan Tutul Jawa Terekam Kamera di Gunung Sanggabuana, Karawang
Taksonomi macan tutul Jawa:
- Kingdom: Animalia
- Divisi: Chordata
- Kelas: Mamalia
- Ordo: Carnivora
- Super Familia: Felidae
- Famili: Pantherinae
- Genus: Panthera
- Spesies: Panthera pardus.
Baca juga: Momen Langka, Induk dan 2 Anak Macan Dahan Kalimantan Terekam Kamera
Satwa endemik yang dilindungi
Macan tutul Jawa adalah salah satu hewan endemik Indonesia yang termasuk satwa langka prioritas nasional yang dilindungi.
Mereka dilindungi berdasarkan Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.
Hal tersebut disebabkan karena populasi macan tutul Jawa di diperkirakan terus menurun dan penyebarannya diperkirakan terus menyempit akibat fragmentasi hutan.
Baca juga: WWF Ungkap 10 Satwa Paling Terancam Punah, 5 Ada di Indonesia
Bahkan spesies ini termasuk dalam Redlist IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dengan kategori Critically Endangered dan termasuk dalam Appendix I CITES (Convention on International Trade in En-dangered Species of Wild Fauna and Flora).
Artinya, macan tutul Jawa dilarang untuk diperdagangkan secara internasional dalam keadaan apapun.
Menurut laporan Java-Wide Leopard Survey 2024 Kementerian Kehutanan, macan tutul Jawa tersebar terutama di 29 petak habitat, sebagian besar adalah taman nasional, umumnya berukuran kecil dan terisolasi satu sama lain.
Baca juga: Kabar Gembira, Populasi Penyu Laut yang Terancam Punah Mulai Pulih
Dengan perkiraan ukuran populasi kurang lebih 350 individu dewasa di alam, populasi macan tutul jawa diduga terus mengalami penyusutan dalam kurun waktu dua dekade terakhir.
Peran macan tutul jawa dalam keseimbangan ekosistem
Macan tutul Jawa termasuk kedalam spesies kunci yang keberadaanya sangat penting bagi keseimbangan ekosistem.
Spesies ini merupakan karnivora yang berada di puncak rantai makanan dan membentuk tropik level teratas dalam ekosistem.
Baca juga: 5 Negara dengan Spesies Ular Terbanyak di Dunia 2025, Termasuk Indonesia
Sebagai karnivora puncak, macan tutul Jawa dapat mengendalikan populasi satwa yang berada dibawah level tropiknya.
Hilangnya predator puncak dapat menyebabkan jumlah satwa mangsa yang berada di bawah level trofiknya menjadi over-populasi.
Akibatnya akan terjadi ketidakseimbangan ekosistem, khususnya jumlah satwa antara mangsa dan predator.
Baca juga: 10 Hewan Endemik yang Hanya Ada di Indonesia, Ada Spesies Burung hingga Monyet
Sumber:
Laporan Kemajuan Survei Nasional Macan Tutul Jawa Kementerian Kehutanan
Balai Taman Nasional Meru Betiri
WWF-Indonesia
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.