Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramai Citra Jawa Barat Memerah, BMKG Ungkap Fakta Cuaca Sebenarnya

Baca di App
Lihat Foto
X/@BaseBDG
Unggahan yang menunjukkan citra Jawa bagian barat tampak memerah pada akhir Agustus 2025.
|
Editor: Yefta Christopherus Asia Sanjaya

KOMPAS.com - Media sosial X diramaikan dengan unggahan citra satelit yang menunjukkan wilayah Jawa Barat tampak memerah pada akhir Agustus 2025.

Dalam unggahan akun @bas**** pada Rabu (27/8/2025), suhu di Kota Bandung tercatat 29 derajat Celsius, namun citra satelit justru memperlihatkan warna merah terang hingga cenderung gelap.

Sementara itu, suhu yang tercatat di Karawang mencapai 34 derajat Celsius, Indramayu 33 derajat Celsius, Jakarta 35 derajat Celsius, dan Bogor 32 derajat Celsius.

"Menyala gini euy”, cuit pengunggah.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lalu, benarkah wilayah Jawa bagian Barat dilanda cuaca panas pada akhir Agustus 2025?

Baca juga: Bumi Bisa Makin Panas? Masa Lalu Bumi Beri Petunjuk Ini

Benarkah Jawa Barat dilanda cuaca panas?

Terkait citra Jawa Barat yang tampak memerah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung Teguh Rahayu alias Ayu mengatakan bahwa suhu maksimum absolut yang tercatat di Stasiun Geofisika (Stageof) Bandung pada Rabu (27/8/2025) pukul 14.00 WIB sebesar 31,2 derajat Celsius.

Ayu menegaskan bahwa suhu tersebut masih dalam range normal secara klimatologis pada Agustus.

“Hal ini disebabkan karena ada proses konvektif dan pertumbuhan awan-awan hujan dan pada sore dan malam hari turun hujan sehingga panas dilepaskan dan suhu turun kembali,” ujar Ayu kepada Kompas.com, Kamis (28/8/2025).

“Untuk suhu absolut minimum kemarin tanggal 27 Agustus 2025 tercatat 16,9 derajat Celsius yang tercatat paling rendah di bulan Agustus ini kendati demikian masih dalam range normal klimatologisnya,” tambahnya.

Baca juga: Kemarau Bikin Cuaca Panas-Minim Angin seperti Dipanggang, Ini Penjelasan BMKG

Ayu menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat cuaca di Bandung Raya cukup dinamis dengan pagi yang terasa dingin, siang panas, serta sore hingga malam berpotensi turun hujan.

Faktor tersebut mencakup Sea Surface Temperature (SST) yang hangat, konvergensi dan belokan angin, dominasi angin Monsun Australia.

Terkait dinamika cuaca yang terjadi akhir-akhir ini, Ayu mengimbau masyarakat agar menjaga kondisi kesehatan.

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, maupun potensi angin kencang.

“Silakan mengakses informasi cuaca, iklim maupun informasi gempa bumi dari laman resmi BMKG,” pungkas Ayu.

Baca juga: Ramai soal Cuaca Panas Terik dan Kabut Terjadi di Wilayah Berdekatan, Ini Penjelasan BMKG

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi