KOMPAS.com – Penyanyi Taylor Swift resmi dinobatkan sebagai musisi wanita terkaya di dunia.
Bukan hanya itu, ia juga mencatat sejarah sebagai musisi pertama yang berhasil membangun status miliarder hanya dari musiknya — tanpa bergantung pada bisnis luar musik seperti fashion, kosmetik, atau investasi sampingan.
Menurut laporan Forbes, kekayaan bersih penyanyi "Cruel Summer" ini melonjak menjadi 1,6 miliar dolar atau sekitar Rp 26,4 triliun.
Angka fantastis itu didorong oleh tur fenomenal The Eras Tour serta katalog musiknya yang bernilai tinggi berkat proyek Taylor’s Version.
Rinciannya, Taylor Swift mengumpulkan sekitar 800 juta dolar (Rp 13,2 triliun) dari royalti dan tur, 600 juta dolar (Rp 9,9 triliun) dari katalog musik, serta 110 juta dolar (Rp 1,8 triliun) dari portofolio properti mewahnya.
Baca juga: Kisah Cinta Taylor Swift dan Travis Kelce, dari Gelang Persahabatan ke Cincin Pertunangan
Kemenangan Sejati: Rebut Kembali Hak Master
Meski angka miliaran dolar terdengar luar biasa, Taylor Swift menegaskan pencapaian terbesarnya justru adalah berhasil merebut kembali hak atas master rekaman lagunya.
Pada Mei 2025, Taylor Swift mengumumkan kabar tersebut setelah enam tahun berjuang sejak karyanya dijual ke manajer musik Scooter Braun.
Baca juga: Travis Kelce Lamar Taylor Swift di Rumahnya, Sang Ayah Ungkap Detail Romantis
“Ini seperti buku harian tulisan tangan saya sepanjang hidup,” ungkap Taylor Swift dalam wawancara di podcast New Heights yang dipandu Travis Kelce (kekasihnya) dan Jason Kelce, Agustus 2025.
Swift mengenang momen emosional ketika menerima telepon konfirmasi:
“Saya bilang ke Travis, ‘Musik saya kembali.’ Saat itu saya menangis, benar-benar mengubah hidup saya. Sampai sekarang saya masih tidak percaya,” imbuh Taylor Swift.
Baca juga: Baru Diumumkan, Travis Kelce Sudah Lamar Taylor Swift Dua Minggu Lalu
Rekor dan Inspirasi untuk Perempuan di Industri Musik
Taylor Swift tidak hanya memandang kesuksesannya sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga simbol penting bagi perempuan di industri musik.
Dalam wawancaranya bersama TIME pada Desember 2023, ia menekankan bahwa uang dan kepemilikan karya seni perempuan bisa menjadi jalan melawan dominasi patriarki.
“Kalau karya seni perempuan menguntungkan, akan lebih banyak karya seni perempuan yang tercipta. Itu kabar baik untuk semua orang,” ujarnya.
Baca juga: Taylor Swift Dilamar Travis Kelce dengan Cincin Berlian Rp 8,9 Miliar
Tur Eras: Konser Terlaris Sepanjang Sejarah
Kesuksesan finansial Taylor Swift tak lepas dari The Eras Tour.
Dimulai pada Maret 2023, konser ini menghadirkan pertunjukan tiga setengah jam dengan 44 lagu dari 10 albumnya.
Tur yang berakhir Desember 2024 itu berhasil mencatatkan sejarah sebagai salah satu konser dengan pendapatan terbesar sepanjang masa, sekaligus memperkuat dominasi Swift di industri musik global.
Baca juga: Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Bertunangan
Produktif Tanpa Henti
Hingga kini, Taylor Swift sudah merilis 11 album studio orisinal dan 4 album rekaman ulang (Taylor’s Version), termasuk Fearless, Red, Speak Now, dan 1989 — semuanya sukses besar di pasar.
Pada 2024, Taylor Swift merilis album baru berjudul The Tortured Poets Department, yang langsung memuncaki tangga lagu internasional.
Baca juga: Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Bertunangan
Dengan total 14 Grammy Awards, katalog musik bernilai miliaran dolar, serta pengaruh budaya yang luar biasa, Taylor Swift tak hanya menjadi musisi wanita terkaya di dunia, tapi juga salah satu ikon musik paling berpengaruh dalam sejarah modern.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.