Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Saat Anak Jatuh

Lihat Foto
Penulis: Linda Fitria
|
Editor: Linda Fitria

Parapuan.co - Memiliki anak di usia aktif memang membuat orang tua harus ekstra hati-hati.

Sebab jika hilang dari pengawasan, anak rawan mengalami kecelakaan seperti jatuh dari sepeda, jatuh dari tangga, dan masih banyak lagi.

Hal ini memang wajar terjadi, namun bukan berarti kita boleh lengah ya, Kawan Puan.

Sebagai orang tua kita wajib untuk memberikan pertolongan pertama yang benar sehingga luka anak cepat sembuh dan tidak membahayakan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video Terkini

Baca Juga: Lonjakan Kasus Makin Tinggi, Ini Gejala Covid-19 pada Anak yang Harus Diwaspadai

Selain itu, kita juga tidak boleh langsung panik ketika anak jatuh dan memarahinya.

Hal itu justru membuat anak trauma dan tidak mau lagi mengeksplor aktivitasnya dengan baik.

Lalu apa yang harus Kawan Puan lakukan?

Melansir Parents, berikut ini ada beberapa hal yang penting berkaitan dengan pertolongan pertama saat anak terluka.

Yuk simak!

Baca Juga: Ini Dia 5 Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak di Tengah Pandemi

 

Apa yang Harus Dilakukan Segera

Sesaat setelah anak jatuh dan terluka, tetap tenang dan bilaslah luka dengan air bersih.

Kemudian tunggu kering dan oleskan salep antibiotik dan perban.

Jika darah masih terlihat di perban, dokter menyarankan untuk menekan perlahan luka selama 15 menit dan tinggikan posisi bagian tubuh yang terluka.

Yang Tidak Boleh Dilakukan

Jangan bersihkan luka menggunakan alkohol, hidrogen peroksida maupun cairan antiseptik.

Alkohol akan sangat menyengat di luka dan ini bisa membuat anak kesakitan hingga trauma.

Sedangkan hidrogen peroksida dan antiseptik bisa merusak kulit anak dan memperlambat penyembuhan.

Baca Juga: Ini Dia 6 Tips Agar Tetap Sehat saat Merawat Anak yang Sakit

Kapan Harus ke Dokter

Jika lukanya besar, menganga, dan banyak mengeluarkan darah, anak mungkin perlu mendapatkan jahitan,

Orang tua bisa membawanya ke UGD jika luka anak dalam hingga jaringan, ligamen, atau tulangnya terlihat.

Tanda lain orang tua harus membawa anak ke dokter adalah pendarahan yang tidak bisa berhenti hingga 15 menit.

Nah Kawan Puan, kecelakaan ketika anak beraktivitas memang biasa terjadi.

Namun ingat, sebagai orang tua kita harus sigap dan selalu waspada jika terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan. (*)

Sumber: Parents

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Komentar
Tulis komentar Anda...
Lihat Semua
Jelajahi