Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perlambatan: Pengertian, Rumusnya, dan Contohnya

Baca di App
Lihat Foto
Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI
Perlambatan terjadi saat percepatan (a) memiliki arah terbalik dari kecepatan (V)
|
Editor: Silmi Nurul Utami

KOMPAS.com – Suatu benda yang bergerak dapat mengalami perlambatan. Apa yang dimaksud dengan perlambatan, apa yang terjadi jika gerak benda mengalami perlambatan, dan apa rumus perlambatan? Berikut adalah penjelasannya!

Pengertian perlambatan

Perlambatan adalah jenis dari percepatan. Dilansir dari Khan Academy, percepatan adalah proses di mana kecepatan berubah atau saat suatu benda bergerak melakukan akselerasi.

Percepatan tidak selalu bernilai positif. Artinya, dalam percepatan benda tidak selalu dipercepat sehingga kecepatannya bertembah.

Namun, benda juga dapat dipercepat secara negatif atau disebut dengan perlambatan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Pengertian Percepatan dan Rumusnya

Dilansir dari Physics LibreTexts, perlambatan selalu mengacu pada percepatan dalam arah yang berlawanan dengan arah kecepatan.

Misalnya, suatu benda mengalami kecepatan yang mengarah ke depan. Perlambatan adalah percepatan dengan arah sebaliknya, yaitu ke belakang.

Sehingga, perlambatan disebut dengan percepatan negatif. Perlambatan menyebabkan benda mengalami penurunan kecepatan atau kecepatannya melambat.

Rumus perlambatan

Perlambatan dapat dihitung berdasarkan selisih kecepatan dibagi dengan waktu tempuh. Sehingga, rumus perlambatan adalah:

Dengan,
a: perlambatan (m/s²)
V2: kecepatan akhir (m/s)
V1: kecepatan awal (m/s)
t: waktu tempuh (s)

Baca juga: Vektor: Posisi, Kecepatan, dan Percepatan

Rumus perlambatan sama dengan rumus kecepatan pada umumnya. Bedanya, kecepatan akhir akan lebih kecil daripada kecepatan awal. Hal tersebut menyebabkan nilai perlambatan akan selalu negatif.

Contoh perlambatan

Terdapat banyak peristiwa perlambatan dalam kehidupan sehari-hari, berikut adalah beberapa contohnya!

Mengerem kendaraan

Contoh perlambatan yang paling sering terjadi adalah mengerem atau menghentikan kendaraan.

Kendaraan seperti mobil, motor, sepeda, kereta, bahkan pesawat, memiliki kecepatan saat mereka bergerak.

Untuk berhenti, kendaraan perlu direm di mana kendaraan mengalami perlambatan agar kecepatannya dapat berkurang.

Perlambatan dilakukan melalui pengereman agar kecepatan kendaraan terus berkurang hingga nol. Ketika kecepatan mencapai nol, kendaraan berhenti sepenuhnya.

Baca juga: Kecepatan dan Percepatan Sesaat

Melepar bola ke atas

Contoh perlambatan selanjutnya adalah saat kita meleparkan bola ke atas. Bola yang dilemparkan, artinya diberikan percepatan positif yang membuat bola bergerak.

Namun, saat bergerak ke atas bola akan melawan gaya gravitasi sehingga mengalami perlambatan.

Hal tersebut membuat kecepatan benda terus berkurang hingga sampai ke titik puncak pelemparan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi