Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Tataran Pokok dalam Pengembangan Keterampilan Menyimak

Baca di App
Lihat Foto
KOMPAS.com/Vanya Karunia Mulia Putri
Pada dasarnya pengembangan keterampilan menyimak itu dibedakan atas 4 tataran pokok. Apa sajakah itu?
|
Editor: Vanya Karunia Mulia Putri

KOMPAS.com - Keterampilan menyimak adalah keterampilan bahasa pertama yang dikuasai oleh tiap individu. Keterampilan ini dilakukan secara tidak sadar.

Menyimak diartikan sebagai proses pemahaman bahasa lisan yang bersifat reseptif (menerima pesan).

Menyimak adalah proses mendengarkan ungkapan atau lambang lisan dengan penuh pemahaman, perhatian, apresiasi, dan interpretasi.

Tujuannya untuk menangkap isi atau pesan, serta memahami komunikasi yang disampaikan penutur lewat ujaran atau tuturan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pada dasarnya pengembangan keterampilan menyimak dibedakan menjadi empat tataran pokok.

Baca juga: Menyimak: Pengertian Para Ahli dan Tujuannya

 

Jelaskan keempat tataran pokok tersebut!

Menurut Soedjiatno, empat tataran pokok dalam keterampilan menyimak adalah:

Tataran identifikasi

Merupakan tahap awal atau pengenalan.

Tataran ini termasuk pengenalan jenis bunyi, bahasa, kata, frasa, dan struktur kalimat, dengan mempertimbankan waktu, modifikasi, maupun logika.

Pada tataran ini juga dikenal intonasi, jeda, nada, dan tekanan.

Tataran identifikasi dan seleksi tanpa retensi

Dalam tahap ini, penyimak diharapkan bisa mengenal dan memahami bunyi, tetapi belum dituntut untuk retensi (menyimpan dan memproduksikan) hasil pemahaman itu.

Jadi, penyimak masih berada dalam tahap pengenalan dan pemahaman maksud ujaran, di mana mereka belum dituntut untuk mengingat dan mengujarkan.

Baca juga: 4 Fungsi Bahasa sebagai Alat Komunikasi

Tataran identifikasi dengan seleksi terpimpin dan retensi jangka pendek

Penyimak dituntut untuk mengenal bunyi-bunyi dan memahaminya.

Meski kemampuan mengingatnya belum kuat, mereka sudah bisa mengidentifikasi bunyi, memahami pesan, dan mengingat sedikit saat mencocokan jawaban yang tepat dan salah.

Tataran identifikasi dengan seleksi dan retensi jangka panjang

Dalam tahapan ini, penyimak dituntut mengenal bunyi yang panjang, memahami makna pesan secara tepat, dan mengingat dalam jangka waktu lama.

Pada tataran tahap akhir ini, penyimak harus bisa menyimak obrolan panjang, seperti bacaan cerita menarik, surat kabar, ujaran ekspresif, percakapan telepon, puisi, drama, dan lainnya.

 

Referensi:

Maruti, Endang Sri. 2015. Pembelajaran Bahasa jawa. Magetan: CV. AE Media Grafika.

Rahmawati, Lusiari. 2016. Pengaruh Keterampilan Menyimak Cerpen Terhadap Kemampuan Menulis Isi Cerpen. Skripsi: Universitas Negeri Semarang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi