KOMPAS.com - Masih banyak orang yang menyamakan HIV dan AIDS seolah-olah keduanya adalah kondisi yang sama. Padahal, anggapan ini keliru dan bisa menyebabkan miskonsepsi yang berbahaya.
HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV yang tidak diobati, ditandai dengan kerusakan imun parah dan munculnya penyakit serius.
Untuk memahami bedanya HIV dan AIDS, kita perlu melihat lebih dalam bagaimana virus ini bekerja dan apa yang terjadi pada tubuh manusia dari waktu ke waktu.
Baca juga: Mengapa Virus HIV/AIDS Tidak Dapat Ditularkan Melalui Gigitan Nyamuk?
Pengertian HIV: virus yang menyerang sistem kekebalan
Dilansir dari Cleveland Clinic, HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang dan menghancurkan sel-sel sistem imun, terutama sel CD4 yang penting untuk melawan infeksi.
Saat HIV berkembang biak di dalam tubuh, ia melemahkan pertahanan alami kita dan membuat kita lebih rentan terhadap berbagai penyakit.
Uniknya, HIV disebut retrovirus, karena bekerja dengan cara memasukkan instruksinya ke dalam DNA manusia.
Setelah terinfeksi, HIV menetap seumur hidup dan tidak bisa dihilangkan oleh sistem kekebalan tubuh.
Pengertian AIDS: tahap akhir dari infeksi HIV
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Ini bukan virus, melainkan kondisi medis yang muncul ketika infeksi HIV tidak ditangani dan sistem imun sudah rusak parah.
Kapan HIV dikatakan AIDS? Seseorang dinyatakan mengidap AIDS jika jumlah sel CD4 dalam tubuhnya turun di bawah 200 sel per milimeter darah atau jika ia mengalami penyakit serius seperti infeksi oportunistik atau kanker tertentu.
Setiap orang yang mengidap AIDS pasti memiliki HIV, namun tidak semua orang dengan HIV akan berkembang menjadi AIDS, apalagi jika ia menerima pengobatan sejak dini.
Baca juga: Gejala dan Fase Penularan HIV/AIDS
Tahapan perkembangan infeksi HIV
Dilansir dari CDC, infeksi HIV berlangsung dalam tiga tahap jika tidak ditangani:
Tahap 1 – infeksi HIV akutTerjadi dalam 2–4 minggu setelah paparan. Tubuh mengandung banyak virus dan sangat menular. Gejalanya mirip flu seperti demam, nyeri otot, dan sakit tenggorokan. Tidak semua orang menyadari ini sebagai gejala HIV.
Tahap 2 – infeksi HIV kronisDisebut juga tahap laten klinis. HIV masih aktif tetapi berkembang secara lambat. Banyak orang tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun. Tanpa pengobatan, virus akan tetap merusak sistem kekebalan tubuh dan akhirnya masuk ke tahap 3.
Tahap 3 – AIDSTahap paling parah dari infeksi HIV. Sistem kekebalan tubuh rusak berat, dan orang menjadi sangat rentan terhadap penyakit serius. Jika tidak diobati, penderita AIDS biasanya hanya bertahan hidup sekitar tiga tahun.
Dengan pengobatan modern, banyak penderita HIV tidak pernah memasuki tahap 3 ini.
Baca juga: 5 Faktor yang Memengaruhi Seseorang Terkena Penyakit AIDS
Apa perbedaan antara HIV dan AIDS?
Apa perbedaan antara HIV dan AIDS? Jawabannya terletak pada sifat keduanya. HIV adalah virus yang menginfeksi tubuh, sedangkan AIDS adalah kondisi atau sindrom yang disebabkan oleh infeksi HIV yang tidak diobati.
- HIV = virus penyebab, infeksi yang bisa berlangsung bertahun-tahun.
- AIDS = akibat akhir dari infeksi HIV yang tidak ditangani.
Dilansir dari aidsmap, semua penderita AIDS pasti telah terinfeksi HIV, namun tidak semua orang dengan HIV akan berkembang menjadi AIDS.
Hal ini karena saat ini tersedia berbagai pilihan pengobatan yang efektif bagi pengidap HIV, sehingga jumlah kasus AIDS menurun drastis.
Umumnya, orang yang didiagnosis AIDS adalah mereka yang belum pernah menjalani tes HIV atau tidak mendapatkan pengobatan. Jika pengobatan HIV dimulai, risiko kematian akibat AIDS dapat dicegah secara signifikan.
Baca juga: Pencegahan dan Hal yang Tidak Menularkan HIV/AIDS
Jadi, bedanya HIV dan AIDS bukan hanya soal istilah, melainkan perbedaan antara penyebab dan akibatnya.
Apakah HIV bisa sembuh?
Sampai saat ini, apakah HIV bisa sembuh? Jawabannya adalah belum.
Dilansir dari HIVinfo, tubuh manusia tidak bisa menghilangkan HIV sepenuhnya dan belum ada obat yang bisa menyembuhkannya.
Namun, kabar baiknya adalah HIV bisa dikendalikan dengan terapi antiretroviral (ARV).
ARV bekerja dengan menekan jumlah virus dalam darah hingga tidak terdeteksi.
Jika dikonsumsi secara rutin sesuai resep, penderita HIV bisa menjalani hidup sehat, produktif, dan bahkan tidak menularkan HIV kepada pasangan mereka melalui hubungan seksual.
Baca juga: 2 Alasan yang Menyatakan Virus Tidak Termasuk Makhluk Hidup
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa bedanya HIV dan AIDS adalah penyebab dan kondisi yang disebabkannya.
HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS adalah kondisi serius yang terjadi saat HIV tidak diobati dan sistem imun sudah sangat lemah.
Dengan mengetahui bedanya HIV dan AIDS, kita bisa lebih bijak dalam bersikap, mencegah diskriminasi, dan tentu saja, lebih cepat bertindak untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.