KOMPAS.com - Di balik kemampuan kita mendengar suara tawa, musik, hingga percakapan sehari-hari, ada sebuah struktur kecil dan tipis yang memainkan peran besar: gendang telinga. Tapi, apa fungsi dari gendang telinga sebenarnya?
Jawabannya tidak sesederhana “untuk mendengar” saja. Gendang telinga adalah membran tipis yang berfungsi menyalurkan dan memperkuat suara, melindungi telinga tengah dari infeksi, serta membantu diagnosis penyakit telinga.
Yuk, kita kupas lebih dalam berbagai fungsi gendang telinga yang membuatnya penting dalam indra pendengaran!
Baca juga: Studi Terbaru Ungkap Telinga Perempuan Lebih Tajam dari Laki-Laki, Kok Bisa?
Apa itu gendang telinga?
Menurut Alice Szymanski, dkk dalam Anatomy, Head and Neck, Ear Tympanic Membrane (2023), gendang telinga (juga dikenal sebagai membran timpani atau myringa) adalah membran tipis berbentuk oval dan semitransparan, dengan diameter sekitar 1 cm.
Letaknya di ujung saluran telinga luar dan memisahkan bagian luar dari rongga telinga tengah. Gendang telinga ini miring dari belakang ke depan dan dari atas ke bawah, sehingga permukaannya menghadap ke depan dan bawah.
Uniknya, gendang telinga bukan hanya datar. Bentuknya sedikit cekung menyerupai kerucut.
Dilansir dari Durham Hearing Specialist, bentuk ini bukan sekadar estetika, tetapi memungkinkan transmisi suara yang lebih efisien.
Terutama untuk suara bernada tinggi, yang penting untuk memahami konsonan dalam percakapan.
Baca juga: Alunan Nada yang Dimiliki oleh Masing-masing Orang
Fungsi gendang suara
1, Menangkap, memperkuat, dan meneruskan suaraFungsi gendang telinga yang utama adalah menyalurkan dan memperkuat gelombang suara.
Dilansir dari Cleveland Clinic, ketika gelombang suara masuk ke saluran telinga, mereka menghantam gendang telinga dan menyebabkan getaran.
Getaran ini diteruskan ke tiga tulang kecil di telinga tengah (martil, landasan, dan sanggurdi), lalu menuju koklea di telinga bagian dalam.
Koklea (bagian telinga berisi cairan dan sel-sel rambut halus) mengubah getaran ini menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak oleh saraf pendengaran.
Otak lalu menerjemahkannya menjadi suara yang kita kenali. Jadi, proses pendengaran sebenarnya dimulai dari seberapa baik gendang telinga merespons getaran suara.
Baca juga: Bagaimana Kita Dapat Mendengar Bunyi? Ini Penjelasannya ....
2. Menjaga telinga bagian dalam dari infeksi dan zat asingSelain menjadi alat penghantar suara, fungsi gendang telinga yang tak kalah penting adalah sebagai pelindung telinga tengah.
Menurut Arwa Kurabi, dkk dalam jurnal Discovery of a Biological Mechanism of Active Transport through the Tympanic Membrane to the Middle Ear (2016), gendang telinga berperan sebagai penghalang fisik dan biologis.
Ia melindungi telinga tengah dari tekanan udara yang ekstrem, cairan, debu, serta mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit.
Bayangkan gendang telinga sebagai “tameng” pertama dalam pertahanan telinga dari dunia luar yang penuh potensi bahaya.
Baca juga: Patogen: Jenis dan Cara Mencegahnya
3. Membantu diagnosis penyakit telingaTahukah kamu bahwa gendang telinga juga bisa menunjukkan kondisi kesehatan telinga?
Dilansir dari Encyclopedia Britannica, dalam dunia medis, warna, bentuk, dan pergerakan gendang telinga sangat penting untuk mendiagnosis penyakit telinga tengah.
Seperti otitis media (infeksi telinga tengah), yang umum terjadi pada anak-anak.
Gendang telinga yang sehat tampak abu-abu mutiara dan transparan saat dilihat dengan otoskop.
Jika warnanya berubah atau tidak bergerak normal saat diberi tekanan udara, ini bisa menandakan adanya infeksi atau penumpukan cairan.
Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Ini Alasan Mengapa Kita Punya Kotoran Telinga
Gendang telinga pecah: apa yang terjadi dan apa risikonya?
Meski elastis dan fleksibel, gendang telinga bisa pecah. Kondisi ini dikenal sebagai perforasi gendang telinga.
Dilansir dari Mayo Clinic, gendang telinga pecah bisa terjadi karena infeksi telinga tengah (otitis media), trauma, tekanan akustik dari suara keras, atau perubahan tekanan udara ekstrem saat menyelam atau terbang.
Gendang telinga pecah dapat menyebabkan beberapa komplikasi:
- Gangguan pendengaran sementara atau permanen, tergantung ukuran dan lokasi robekan.
- Infeksi telinga tengah berulang, karena bakteri bisa masuk lebih mudah melalui lubang.
- Kolesteatoma, yaitu kista abnormal berisi sel kulit dan kotoran yang bisa merusak tulang telinga tengah.
Selain itu, karena kehilangan fungsi pelindung, kotoran dan bakteri bisa menumpuk di dalam, menciptakan lingkungan ideal bagi infeksi berkembang.
Baca juga: Mengenal Cauliflower Ear, Kelainan Telinga Akibat Cedera Benda Tumpul
Tips menjaga kesehatan gendang telinga
Untuk mencegah kerusakan atau pecahnya gendang telinga, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Segera obati infeksi telinga tengah, terutama pada anak-anak.
- Jangan menggunakan cotton bud atau benda tajam untuk membersihkan telinga.
- Hindari suara keras tanpa pelindung telinga.
- Lindungi telinga saat terbang atau menyelam dengan mengunyah permen karet, menguap, atau melakukan manuver Valsalva.
Dengan peran sebagai penghantar suara, pelindung telinga tengah, dan indikator medis, fungsi gendang telinga jauh lebih kompleks dari yang terlihat.
Ukurannya boleh kecil, tetapi perannya sangat besar dalam memastikan kita bisa mendengar dengan jelas dan menjaga telinga tetap sehat.
Jadi, mulai sekarang, jangan remehkan organ kecil ini. Jaga kesehatan telingamu, karena gendang telingamu adalah penjaga pertama dunia suara yang kita nikmati setiap hari.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.