Kompas.com - Angin topan adalah salah satu fenomena alam yang seringkali menimbulkan kekhawatiran di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir bencana angin topan dan turunannya seperti puting beliung ketap terjadi dan membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakt, infrastruktur, hingga kehidupan ekonomi.
Lalu, apa sih yang dimaksud dengan angin topan itu, dan mengapa bisa terjadi? Yuk kita simak pengertian, proses terjadinya, dan dampak yang ditimbulkan angin topan di bawah ini!
Baca juga: Apa Itu Angin Fohn? Proses Terbentuk, Penyebab, dan Dampaknya
Apa itu angin topan?
Melansir Jurnal Mekanisme Angin Topan dan Dampaknya pada Lingkungan (2024) karya Agung Adi Prasetyo dan Sudarti, angin topan atau disebut juga dengan badai siklon tropis adalah angin kencang yang terbentu di wilayah tropis dan subtropis.
Angin ini umumnya datang dengan kecepatan yang sangat tinggi mencapai 119 kilometer per jam disertai hujan lebat dan badai petir.
Bahkan mengutip Buku Analisis Kesehatan Lingkungan Akibat Pemanasan Global (2020) karya H.J.Mukono, kecepatan angin maksimum dari siklon tropis meningkat sejak 1981 dan diperkirakan karena suhu air laut yang semakin meningkat.
Menurut sejumlah penelitian, global warming dapat menghangatkan laut dan meningkatkan frekuensi terjadinya angin topan.
Angin topan memiliki aliran udara ekstrem yang bergerak dari tempat bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah. Tekanan udara ini disebabkan karena perbedaan suhu udara yang begitu besar.
Baca juga: Mengenal Angin Muson, Penentu Musim Hujan dan Kemarau di Indonesia
Proses terjadinya angin topan
Terjadinya angin topan bermula dari adanya perbedaan suhu yang signifikan antara permukaan laut dan atmosfer di atas wilayah tropis.
Panas yang terserap oleh permukaan laut akan menaikkan suhu dan kelembapan udara di atasnya.
Nah, udara yang lembap ini akan naik lalu menyebabkan tekanan udara di permukaan menjadi rendah.
Udara dingin di sekitarnya akan bergerak menuju pusat tekanan rendah sehingga terbentuk aliran udara berputar.
Semakin besar perbedaan suhu, maka semakin kuat perputaran angin yang terbentuk. Inilah proses terbentuknya angin topan.
Angin topan akan terus berkembang dan menguat selama mendapatkan suplai energi panas dari permukaan laut yang hangat
Kekuatan maksimal angin topan dapat terjadi ketika melewati perairan hangat dengan suhu permukaan laut sekitar 26-27 derajat Celcius.
Baca juga: Apa itu Angin Laut dan Angin Darat? Ini Penjelasan dan Perbedaannya!
Ciri-ciri angin topan
Berikut ciri-ciri angin topan yang wajib diwaspadai:
- Pusaran angin sangat kencang
Angin topan memiliki pusaran angin yang sangat kencang hingga mencapai 120 kilometer per jam, bahkan pada level tertinggi menyentuh 250 kilometer per jam.
Tak heran jika angin topan yang melanda suatu wilayah akan memberikan dampak kerusakan infrastruktur yang besar.
- Terjadi di wilayah dengan iklim tropis
Umumnya, angin topan akan terjadi di wilayah pembagian musim yang beriklim tropis, yaitu yang berada di antara garis balik selatan dan utara.
Namun, angin topan tidak melanda daerah-daerah yang berdekatan dengan garis khatulistiwa.
- Angin topan muncul di siang hari
Umumnya, angin topan akan muncul pada siang hari, yaitu ketika suhu udara meningkat semakin panas.
- Durasi singkat dan intens
Di Indonesia, fenomena angin topan disebut dengan puting beliung dan biasanya berlangsung dalam waktu singkat sekitar 5-10 menit.
Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Angin Darat
Angin topan adalah fenomena alam yang tidak dapat dihindari namun dapat diminimalkan dampaknya dengan pengetahuan lengap terkait ciri-ciri dan proses terjadinya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.