Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebelum Jatuh, Pesawat Ukraina Sempat Mencoba Kembali ke Bandara

Baca di App
Lihat Foto
AFP/ROUHOLLAH VAHDATI
Petugas berkumpul di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Parand, wilayah barat daya Teheran, Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat. Pesawat berjenis Boeing 737-800 itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran.
|
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com - Pihak berwenang Iran menyebutkan, pesawat Boeing 737-800 Ukraina yang jatuh di Iran telah berbalik arah setelah mengalami masalah.

Pesawat berjenis Boeing 737-800 itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran.

"Pesawat itu, yang pada mulanya menuju ke barat untuk meninggalkan zona bandara, berbelok ke kanan menyusul terjadinya masalah dan berusaha kembali ke bandara pada saat kecelakaan," kata Otoritas Penerbangan Sipil Iran, dilansir dari AFP, Kamis (9/1/2020).

Meski telah terjadi masalah, pilot tidak mengirim pesan radio tentang keadaan pesawat yang tak biasa.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menurut keterangan penyidik, pesawat naas itu dilalap api sebelum jatuh.

Mereka mengatakan, kecelakaan tersebut menyebabkan ledakan besar ketika pesawat menabrak tanah.

Baca juga: Jatuhnya Boeing 737 Ukraina, Iran Tak Akan Serahkan Kotak Hitam Pesawat ke Pabrikan dan AS

Laporan itu juga mengonfirmasi bahwa kedua kotak hitam yang berisi data komunikasi kokpit dari pesawat telah pulih, meski beberapa rekaman hilang.

Otoritas penerbangan Iran sebelumnya menyebutkan tidak akan menyerahkan kotak hitam yang berisi rekaman penerbangan, baik ke Boeing maupun otoritas penerbangan AS.

Pihaknya juga telah menyelidiki sejumlah saksi terkait kecelakaan itu.

Sementara, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan, para penyidik kecelakaan dari negaranya telah tiba di Iran untuk membantu penyelidikan, seperti dikutip dari pemberitaan The Guardian.

Dia berencana akan memanggil Presiden Iran Hassan Rouhani terkait kecelakaan dan proses penyelidikan jatuhnya pesawat itu.

Menurut dia, prioritas Ukraina adalah untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan pesawat.

Adapun, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan, Pemerintah Kanada akan bekerja sama untuk melakukan proses penyelidikan.

Baca juga: Boeing 737 Ukraina Jatuh, Berikut Deretan Kecelakaan Pesawat di Iran

"Pemerintah kami akan terus bekerja sama dengan mitra internasionalnya untuk memastikan bahwa kecelakan itu diselidiki secara menyeluruh dan menjawab keraguan orang Kanada," kata Trudeau.

Sebelumnya, pesawat Ukraina berjenis Boeing 737-800 jatuh di lahan persawahan di Khalaj Abad, Shahriar Country, sekitar 45 kilometer barat laut Teheran.

Pesawat tersebut jatuh dari ketinggian 8.000 kaki (2.400 meter) tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini dengan tujuan Kiev, Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat.

Seluruh penumpang yang berjumlah 176 tewas, termasuk di antaranya kru penerbangan.

Tercatat, 82 korban merupakan warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, 4 warga Afghanistan, 3 warga Jerman, 3 warga Inggris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi