KOMPAS.com - Kopi instan digemari karena praktis dan dipercaya tetap bisa membuat mata jadi melek.
Kopi instan juga digemari karena beberapa keunggulan lainnya, seperti harga yang lebih murah dan mudah didapatkan di berbagai toko sembako dan mini market.
Namun, apakah kopi instan juga membawa manfaat kesehatan layaknya kopi bubuk murni?
Baca juga: Sederet Manfaat dan Efek Samping Minum Kopi Hitam Tanpa Gula
Apakah kopi instan sehat untuk tubuh?
Keunggulan yang dimiliki kopi instan dibanding dengan kopi bubuk adalah seseorang dapat mengontrol kandungan kafein dengan lebih mudah.
Hal ini tentu sangat berguna, terlebih bagi mereka yang sensitif terhadap kafein, seperti wanita sedang hamil, menyusui, atau memiliki alasan kesehatan lain untuk membatasi kafein.
Kopi instan umumnya mengandung kafein sedikit lebih sedikit daripada kopi bubuk biasa.
Satu cangkir kopi instan dari satu sendok teh mengandung 30-90 mg kafein, sedangkan satu cangkir kopi biasa (bubuk) mengandung 70-140 mg kafein.
Karena sensitivitas terhadap kafein berbeda-beda pada setiap orang, kopi instan mungkin merupakan pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin mengurangi kafein.
Selain itu, kopi instan juga tersedia dalam versi tanpa kafein yang mengandung lebih sedikit kafein.
2. Memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggiDikutip dari Healthline, kandungan antioksidan yang tinggi dalam kopi diyakini bertanggung jawab atas banyak manfaat kesehatan yang terkait.
Menurut sebuah penelitian, kopi instan mungkin mengandung antioksidan tertentu dalam jumlah yang lebih tinggi daripada kopi lainnya yang disebabkan dari cara pengolahannya.
Selain itu, satu cangkir kopi instan standar hanya mengandung 7 kalori dan sejumlah kecil kalium, magnesium, dan niasin (vitamin B3).
Baca juga: 4 Alasan Kopi Bisa Mempercepat Penurunan Berat Badan Menurut Sains
Manfaat kopi instan bagi kesehatan
Berikut adalah beberapa manfaat kopi instan yang mungkin bisa Anda dapatkan:
- Kopi instan mengandung kafein yang dapat meningkatkan fungsi otak.
- Kopi instan mengandung kafein yang dapat meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh dalam membakar lebih banyak lemak.
- Kopi instan dapat mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif, seperti alzheimer dan parkinson.
- Kopi instan dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.
- Kopi dan kafein dapat mengurangi risiko penyakit hati seperti sirosis dan kanker hati.
- Kopi instan dapat membantu menurunkan risiko depresi dan bunuh diri.
- Meningkatkan umur panjang.
Kendati demikian, penelitian-penelitian tersebut belum terbukti 100 persen dapat menurunkan risiko penyakit.
Hanya saja, orang yang terbiasa minum kopi akan lebih kecil kemungkinannya untuk terserang penyakit-ppenyakit tersebut.
Sementara itu, untuk berapa banyak jumlah kopi yang harus diminum, mengonsumsi 3-5 cangkir kopi instan setiap hari adalah batas maksimalnya.
Konsumsi kopi yang berlebih dapat menyebabkan kecemasan, detak jantung cepat, susah tidur, dan beberapa gangguan kesehatan lainnya.
Selain itu, kopi instan juga mengandung gula tinggi, sehingga mengonsumsinya terlalu banyak justru bisa membahayakan tubuh.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.