KOMPAS.com - Sarapan merupakan salah satu kegiatan penting yang dilakukan di pagi hari karena bermanfaat untuk mengisi energi.
Selain kandungan nilai gizi saat sarapan, pilihan menu makanan saat sarapan juga bisa memengaruhi kesehatan dalam jangka waktu panjang. Sebab sarapan merupakan aktivitas yang rutin dilakukan.
Bagi orang yang sudah mendekati masa lanjut usia (lansia) seperti umur 50 tahun harus menjaga nilai gizi makanan saat sarapan sangat penting.
Oleh karena itu, agar sehat dan panjang umur, Anda dapat mengonsumsi sarapan sehat berikut ini.
Baca juga: Bukan Saat Sarapan, Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Gula?
Menu sarapan sehat untuk usia 50 tahun
1. TelurDikutip dari Lottie, telur merupakan salah satu makanan sarapan terbaik dan memiliki nilai gizi yang cukup tinggi.
Satu butir telur mengandung 13 gram protein dan campuran nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
Telur dapat diolah dengan cara direbus, dimasukkan ke dalam telur dadar, dicampur dengan roti gandum utuh, atau disantap bersama roti panggang.
Baca juga: Psikiater Nutrisi Ungkap 5 Sarapan Favorit, Bantu Siapkan Otak dan Mental Seharian
2. Jus dan smoothieBagi orang yang mendekati lanjut usia, tidak semua orang dapat menikmati sarapan berat di pagi hari.
Jus atau smoothie merupakan pilihan sarapan sehat yang cocok dikonsumsi bagi yang berusia 50 tahun ke atas.
Anda dapat mengolah buah dan sayur apapun untuk dijadikan semangkuk smoothie, seperti kiwi, bayam, anggur, stroberi, pisang, dan mangga.
Selain kaya akan vitamin dan antioksidan, smoothie juga lebih mudah dikonsumsi bagi orang yang merasa tidak nyaman atau nyeri saat mengunyah.
Segelas jus buah segar yang ringan di perut dan kaya vitamin C seperti jus jeruk dapat menjadi cara sempurna untuk memulai hari.
Baca juga: Waktu Sarapan dan Makan Malam Terbaik untuk Menghilangkan Lemak Perut, Pukul Berapa?
3. TahuApabila Anda termasuk vegan dan tidak dapat mengonsumsi telur, masakan seperti orak-arik tahu dapat menjadi alternatif yang bagus.
Tahu mengandung protein tingkat tinggi dan antioksidan pelindung dan dapat membantu meringankan gejala menopause.
Dengan tekstur yang mirip dengan telur, tahu mengandung banyak protein dan memiliki kadar kolesterol lebih sedikit dibandingkan telur.
Untuk mengolahnya, orak-arik telur dapat diolah dengan keju, sayuran, dan diberi roti panggang agar lebih bergizi.
Baca juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh jika Tidak Sarapan? Ini Kata Ahli
4. YogurtYogurt merupakan campuran susu dan dan probiotik, yaitu organisme hidup yang membantu meningkatkan kesehatan usus dengan mengisi usus besar dengan bakteri bermanfaat.
Selain itu, yogurt juga mengandung protein yang membakar lebih banyak kalori dan membuat kenyang lebih lama, dilansir dari Eat This Not That.
Mengonsumsi yogurt secara rutin juga dapat membantu meningkatkan tekanan darah yang lebih sehat dan mencegah diabetes tipe 2.
Tak hanya itu, produk dari susu ini menawarkan protein dan kalsium untuk mendukung kesehatan tulang bagi seseorang di usia 50 tahun.
Sebagai informasi, setelah usia 50 tahun, asupan kalsium disarankan ditingkatkan menjadi 1.200 miligram sehari.
Baca juga: 5 Efek Samping Sarapan Mi Instan, Waspadai Sakit Kepala dan Mual
Sebanyak 75 persen wanita usia 40 hingga 50-an mengalami hot flashes yang disebabkan oleh menopause selama selama setidaknya dua tahun.
Makanan seperti kedelai mengandung fitoestrogen, yaitu estrogen nabati yang berfungsi mirip dengan estrogen pada manusia.
Salah satu penulis buku The Menopause Diet Plan, A Natural Guide to Hormones, Health, and Happiness, Hillary M. Wright mengatakan bahwa wanita yang makan kedelai setiap hari, termasuk mereka yang tinggal di negara-negara Asia, dilaporkan mengalami lebih sedikit hot flashes dan gejala menopause lainnya.
Meskipun demikian, belum ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan antara tahu, tempe, dan edamame serta frekuensi dan intensitas hot flash.
Selain itu, kedelai merupakan sumber protein lengkap dan merupakan pengganti yang cocok untuk daging berlemak dan daging olahan.
Ditambah, kedelai juga menyehatkan jantung serta mengurangi kolesterol jahat LDL yang membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
6. Minyak zaitunAhli diet Laura Burak, MS, RD, penulis buku "Slimdown with Smoothies" mengatakan, minyak zaitun termasuk menu yang diyakini memperpanjang umur jika rutin dikonsumsi.
Minyak zaitun yang jadi makanan pokok diet Mediterania, dipelajari selama beberapa dekade sebagai bahan utama yang berkontribusi terhadap umur panjang.
"Minyak zaitun ini adalah sumber lemak tak jenuh tunggal yang menyehatkan jantung dan antioksidan, yang dapat mengurangi risiko peradangan dan penyakit kronis," kata dia.
7. OatHarris-Pincus, pendiri Nutrition Starring YOU dan penulis "The Everything Easy Pre-Diabetes Cookbook" menyebutkan, oat adalah sumber serat beta-glukan yang akan mengikat kolesterol serta mengontrol gula darah.
Manfaat rutin konsumsi oat untuk sarapan berkontribusi pada usus yang sehat, sekaligus membuat kenyang lebih lama.
"Juga, oat mengandung antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan dan berkontribusi pada kesehatan jantung," tuturnya.
Baca juga: Efek Terlalu Sering Makan Roti Saat Sarapan, Sehatkah?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.