KOMPAS.com - Polio (poliomyelitis) penyakit yang disebabkan oleh virus polio yang dapat menginfeksi sumsum tulang belakang, sehingga menyebabkan kelumpuhan bagi penderitanya.
Virus polio sangat menular dan dapat menyebar dari satu orang ke yang lain, dan umumnya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun.
Dalam kondisi paling ringan, polio dapat menimbulkan gejala mirip flu yang berlangsung 2-3 hari, termasuk rasa sakit pada beberapa bagian tubuh.
Baca juga: Gejala Poliomielitis Abortif, Kondisi Penyakit Polio Paling Ringan
Namun, jika mengalami kondisi penyakit polio parah (polio paralitik), anggota badan apa pun berisiko untuk mengalami kelumpuhan.
Meski kondisi lumpuh pada salah satu kaki adalah yang paling sering terjadi, diikuti dengan kelumpuhan pada salah satu lengan.
Untuk mencegah terjangkit dan mendapatkan perlindungan dari virus polio, setiap anak perlu mendapatkan vaksin polio secara lengkap.
Baca juga: Kisah Hidup Jonas Salk, Jatuh Cinta pada Sains dan Berujung Menemukan Vaksin Polio
Durasi perlindungan vaksin polio
Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), tidak diketahui secara pasti berapa lama orang yang menerima vaksin polio IPV akan terlindungi dari polio.
Tetapi kemungkinan besar mereka akan terlindungi selama bertahun-tahun setelah menerima serangkaian IPV secara lengkap.
Survei nasional tahun 2009–2010 menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak dan orang dewasa memiliki antibodi pelindung terhadap virus polio setelah mendapat vaksin lengkap.
Baca juga: Waspada Penyakit Polio, Berikut Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Anda Ketahui
Termasuk orang dewasa yang telah menerima vaksin polio oral (OPV) saat masih anak-anak beberapa dekade sebelumnya.
Dua dosis vaksin polio jenis IPV memiliki efektivitas 90 persen atau lebih terhadap polio lumpuh, dan tiga dosis memiliki efektivitas 99 - 100 persen.
Seseorang dianggap telah divaksinasi lengkap jika telah menerima empat dosis kombinasi vaksin IPV dan vaksin polio oral trivalen (tOPV), atau serangkaian utama setidaknya tiga dosis IPV atau tOPV.
Dan dosis terakhir dalam kedua opsi di atas harus diberikan setelah usia 4 tahun dan setidaknya 6 bulan setelah dosis terakhir.
Baca juga: Kisah Hidup Jonas Salk, Jatuh Cinta pada Sains dan Berujung Menemukan Vaksin Polio
Mengapa vaksin polio penting?
Vaksin polio penting bagi anak agar terlindungi dari penyakit polio, dan tentunya demi mencegah penularan virus polio.
Anak-anak disarankan agar mendapatkan empat dosis vaksin polio. Mereka harus mendapatkan satu dosis pada setiap usia berikut: 2 bulan, 4 bulan, 6 hingga 18 bulan, dan 4 hingga 6 tahun.
Anak yang tidak mendapatkan vaksin polio tentu lebih berisiko mengalami kondisi polio parah, yang bisa berujung pada kondisi lumpuh.
Baca juga: Akhir Perjuangan Paul Alexander, Lawan Polio Puluhan Tahun dengan Bantuan Paru-paru Besi...
Menurut Departemen Kesehatan New York, AS, anak-anak yang tidak mendapat imunisasi polio terkini berisiko tertular dan terkena penyakit polio parah, termasuk kelumpuhan.
Kelumpuhan atau tidak dapat menggerakkan bagian tubuh yang disebabkan oleh polio seringkali bersifat permanen sehingga mengakibatkan kecacatan seumur hidup.
Sehingga vaksinasi dibutuhkan untuk mencegah risiko tersebut dan mendapatkan perlindungan terhadap virus polio.
Baca juga: Gejala dan Tanda-tanda Polio pada Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua
Vaksin polio yang dinonaktifkan (IPV) diberikan melalui suntikan di kaki atau lengan, tergantung pada usia pasien. Sementara vaksin polio oral (OPV) melalui mulut.
Anak-anak yang belum menyelesaikan vaksinasi polio harus menemui dokter untuk menyelesaikan rangkaian vaksin.
Orang dewasa yang divaksinasi polio dengan lengkap saat masih anak-anak kemungkinan besar akan terlindungi dari polio.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.