KOMPAS.com - Lagu "Indonesia Raya" adalah lagu kebangsaan Tanah Air yang diciptakan oleh seorang wartawan sekaligus musisi, Wage Rudolf (WR) Soepratman pada 1928.
Lagu ini kini rutin dikumandangkan pada saat pelaksanaan upacara di instansi pendidikan dan acara penting di lembaga pemerintahan.
Sejumlah pementasan seni juga kerap kali mengajak penontonnya untuk menyanyikan lagu "Indonesia Raya" sebelum gelaran dimulai.
Namun, tahukah Anda bahwa lagu "Indonesia Raya" pernah diputar secara serentak di stasiun televisi pada masa Orde Baru tahun.
Baca juga: Kali Pertama Dinyanyikan, Lirik Indonesia Raya Diganti Saat Kongres Pemuda II
Lagu "Indonesia Raya" diputar pada awal dan akhir acara TV
Kurator Museum Sumpah Pemuda, Eko Septian Saputra, menjelaskan lagu "Indonesia Raya" pernah diputar secara rutin di stasiun TVRI pada masa Orde Baru.
Dia bercerita, lagu tersebut dikumandangkan di pagi hari sebelum acara televisi dimulai dan malam hari ketika acara televisi sudah habis.
Tak hanya di stasiun TV, lagu "Indonesia Raya" juga diputar di radio-radio yang berada di rumah warga melalui stasiun radio milik pemerintah, Radio Republik Indonesia (RRI).
"Media penyiaran pada saat itu rutin memutar lagu 'Indonesia Raya' dalam rangka untuk menanamkan rasa nasionalisme Indonesia," kata dia, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (19/12/2024).
Menurut Eko, pada masa orde baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, Pemerintah Indonesia gencar menanamkan rasa nasionalisme dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Bukan hanya dengan rutin mengumandangkan lagu "Indonesia Raya", Pemerintah kala itu juga memberlakukan pelajaran sejarah, Bahasa Indonesia melalui televisi TVRI, dan pendidikan moral Pancasila sebagai ideologi bangsa.
"Pada dasarnya Pemerintah Orde Baru ingin mengintegrasikan wilayah Indonesia pada saat itu dari Sabang sampai Merauke," kata Eko.
Menurutnya, upaya-upaya tersebut dilakukan guna membangun kembali stabilitas keamanan nasional di Tanah Air.
Bukan hanya untuk urusan politik semata, kata Eko, pemutaran lagu kebangsaan Indonesia itu menjadi momen pengenalan lagu kebangsaan ke seluruh rakyat Indonesia.
Pasalnya, pada saat itu, belum banyak masyarakat yang hafal lagu "Indonesia Raya".
Berdasarkan catatan sejarah pada tahun 1950-1960, belum banyak masyarakat yang hafal lagu Indonesia Raya.
Dengan pemutaran lagu "Indonesia Raya" oleh media penyiaran, diharapkan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke bisa hafal dengan lagu tersebut.
"Jadi ini semacam sosialisasi dari Pemerintah Indonesia dalam mengintegrasikan wilayah kita dengan memutar lagu kebangsaan Indonesia," terangnya.
Baca juga: Punya 3 Stanza, Mengapa Lagu “Indonesia Raya” Hanya Dinyanyikan 1 Stanza?
Sejarah lagu Indonesia Raya
Dikutip dari laman Kemendikbud, lagu "Indonesia Raya" diciptakan WR Soepratman ketika dia membaca artikel mengenai “Manakah komponis Indonesia yang bisa menciptakan lagu kebangsaan Indonesia yang dapat membangkitkan semangat rakyat?” yang terbit di majalah Timboel Solo.
Saat itu, hati Soepratman tergerak untuk membuat sebuah lagu kebangsaan.
Hingga pada suatu malam di 1926, dia mulai menuliskan not-not lagu tersebut menggunakan iringan biolanya.
Lalu pada 1927, Soepratman menghubungi beberapa perusahaan rekaman di Batavia untuk merekam lagu tersebut.
Dari beberapa perusahaan rekaman yang dihubunginya, hanya perusahaan milik Yo Kim Tjan yang bersedia melakukannya.
Sejumlah perusahaan menolak merekam lagu tersebut karena takut ditangkap oleh Belanda yang pada saat itu mulai mengendus gerakan bawah tanah pemuda-pemudi Indonesia.
Yo Kim Tjan mengusulkan pada Soepratman agar rekaman lagu "Indonesia Raya" dibuat dalam dua versi, yaitu versi asli yang dinyanyikan langsung oleh Soepratman sambil memainkan biola dan versi berirama keroncong.
Versi keroncong dimaksudkan agar semua masyarakat Indonesia mengetahui dan bisa dengan mudah hafal lagu tersebut.
Dengan dibantu oleh seorang teknisi berkebangsaan Jerman, kedua lagu tersebut kemudian direkam di kediaman Yo Kim Tjan yang terletak di Jalan Gunung Sahari.
Baca juga: Sejarah dan Lirik Lagu Indonesia Raya 3 Stanza, Penuh Doa bagi Tanah Air Tercinta
Lagu "Indonesia Raya" dikumandangkan
Usai direkam, lagu "Indonesia Raya" dikumandangkan pada Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928, bersamaan dengan lahirnya ikrar Sumpah Pemuda.
Lagu tersebut diperdengarkan oleh Soepratman melalui lantunan biola, tanpa lirik agar tidak terjadi gesekan dengan pihak pemerintah kolonial.
Namun, Soepratman diam-diam telah membagikan lirik lagu "Indonesia Raya" kepada para peserta yang hadir di Kongres Pemuda II.
Saat dikumandangkan kali pertama, sambutan positif dan tepuk tangan meriah memenuhi forum kongres.
Setelah itu, tak butuh waktu lama, lirik lagu "Indonesia Raya" menyebar luar.
Koran Sin Po bahkan menerbitkan halaman yang berisi lirik lagu "Indonesia Raya". Surat kabar itu dijual dengan harga 20 sen per lembar.
Dari penjualan pamflet tersebut, WR Soepratman mendapatkan royalti sebesar 350 gulden.
Baca juga: Alasan di Balik Kewajiban Pengumandangan Lagu Indonesia Raya di DIY Tiap Pagi
Lagu Indonesia Raya dilarang pemerintahan kolonial
Lagu "Indonesia Raya" semakin masif menyebar di Indonesia. Pada 1929, Partai Nasional Indonesia (PNI) bahkan mengadopsinya sebagai lagu kebangsaan mereka, yang kemudian menjadi lambang semangat perjuangan dan persatuan rakyat Indonesia menuju kemerdekaan.
Melihat pengaruh tersebut, pada 1930 pemerintah kolonial melarang lagu "Indonesia Raya" dikumandangkan di depan umum.
Dikutip dari Kompas.com (18/6/2024), pemerintah Hindia Belanda khawatir jika lagu tersebut membangkitkan semangat kemdekaan dan menimbulkan pemberontakan.
Selain itu, penggunaan kata merdeka dalam lirik lagu itu juga sempat disoroti sehingga membuat Soepratman diinterogasi pemerintah kolonial.
Pada masa pendudukan Jepang, lirik lagu "Indonesia Raya" mengalami perubahan sebanyak 3 kali di bawah pengawasan pemerintah Jepang.
Namun setelah Indonesia merdeka, lagu "Indonesia Raya" secara resmi dinyanyikan kembali dengan lirik aslinya.
Lagu "Indonesia Raya" kemudian ditetapkan menjadi lagu kebangsaan Indonesia pada 18 Agustus 1945.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.