KOMPAS.com - Gempa berkekuatan M 5,2 mengguncang Aceh Besar, Aceh pada Kamis (20/2/2025) pukul 10.19 WIB.
Berdasarkan analisis terbaru BMKG, update parameter kekuatan gempa menunjukkan angka M 5,0. Gempa Aceh hari ini tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, gempa tersebut terjadi di wilayah Pantai Barat Sumatera, Aceh Besar, Aceh.
Sejumlah warganet mengatakan, gempa bumi hari ini mengingatkan pada bencana 2004 silam yang menyebabkan tsunami.
Berikut analisis gempa Aceh hari ini:
Baca juga: Analisis Gempa Aceh Singkil Magnitudo 5,0 Siang Ini, Apa yang Terjadi?
Analisis gempa Aceh hari ini
Daryono mengungkap, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa yang terjadi termasuk gempa tektonik.
Episentrum gempa terletak pada koordinat 4,91 derajat LU; 94,71 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 98 km arah Barat Daya Kota Banda Aceh, Aceh pada kedalaman 43 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal," kata Daryono saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.
Dia menjelaskan, gempa Aceh hari ini disebabkan karena adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Pulau Sumatra.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Baca juga: Gempa Aceh M 5,9 Trending di Twitter, Ini Daerah yang Merasakan
Wilayah yang merasakan gempa Aceh hari ini
Sejumlah wilayah merasakan getaran gempa bumi Aceh hari ini. Berikut wilayah yang merasakan gempa hari ini:
1. Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Jaya: skala intensitas III-IV MMI
Terasa oleh orang banyak di dalam rumah pada siang hari
2. Daerah Pidie: skala intensitas III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Getarannya terasa getaran seakan akan truk berlalu.
Hingga pukul 10.45 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Baca juga: Penjelasan BMKG soal Penyebab Gempa Aceh 5,3 M 14 November 2020
Imbauan BMKG
Terkait bencana ini, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Selain itu masyarakat juga disarankan menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi sebagai berikut:
- Instagram/Twitter: @infoBMKG
- Website: http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id
- Telegram: channel https://t.me/InaTEWS__BMKG
- Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.