Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gejala Serangan Jantung Bisa Muncul Sebulan Sebelumnya, Ini 12 Tandanya

Baca di App
Lihat Foto
SHUTTERSTOCK
Tanda serangan jantung yang terjadi sebulan sebelumnya. Apa saja gejalanya?
|
Editor: Inten Esti Pratiwi

KOMPAS.com - Serangan jantung adalah kondisi darurat medis ketika suplai darah ke jantung tiba-tiba terhambat.

Meskipun serangan jantung terjadi secara tiba-tiba, ada tanda-tanda peringatan menjelang serangan jantung, yang bahkan dirasakan sebulan sebelumnya.

Gejala serangan jantung dapat terjadi sebelum serangan jantung karena tubuh merespons berkurangnya aliran darah ke jantung, dilansir dari Verywell Health (21/4/2025).

Endapan kolesterol lemak, kalsium, dan sel inflamasi dapat terakumulasi di dinding arteri koroner, arteri yang membawa darah ke jantung, dan membentuk plak.

Jika plak pecah, dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah di dalam arteri koroner yang dapat menghalangi aliran darah dan oksigen ke jantung sehingga mengakibatkan serangan jantung.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lantas, apa saja tanda serangan jantung yang bisa muncul sebulan sebelumnya?

Baca juga: 5 Tanda Serangan Jantung yang Tidak Lazim, Gejalanya Ringan dan Sering Diabaikan


Tanda serangan jantung yang terjadi sebulan sebelumnya

Masih dari sumber yang sama, gejala yang mungkin terjadi sebulan sebelum serangan jantung dikenal sebagai gejala prodromal.

Gejala ini mirip dengan gejala yang dapat terjadi selama serangan jantung, yang meliputi nyeri dada, sesak napas, dan palpitasi.

Ada gejala lain yang kurang umum, dan setiap orang mengalaminya secara berbeda. Bahkan, sebagian orang tidak mengalami gejala apa pun sama sekali.

Berikut beberapa gejala serangan jantung yang mungkin terjadi sebulan sebelumnya:

1. Nyeri dada

Sebuah studi cross-sectional 2023 mengamati 242 orang yang pernah mengalami serangan jantung.

Dari 242 orang tersebut, 100 orang mengalami gejala prodromal, gejala ringan sebelum timbulnya kondisi yang lebih parah, yaitu serangan jantung.

Dalam studi ini, nyeri dada merupakan gejala yang paling umum, dengan 68 persen orang mengalaminya sebelum serangan jantung.

2. Dada terasa berat

Studi yang sama menemukan bahwa 44 persen orang yang mengalami gejala prodromal menggambarkan episode dada terasa berat, sesak, atau tertekan, yang sering kali dikaitkan dengan aktivitas.

Ini adalah gejala umum lainnya yang memengaruhi mereka yang akan mengalami serangan jantung.

3. Palpitasi jantung

Palpitasi jantung adalah sensasi yang terasa saat jantung berdebar atau berdetak dengan kuat, cepat, atau tidak teratur yang bisa dirasakan di dada, tenggorokan, atau leher.

Studi cross-sectional 2023 juga menemukan bahwa 42 persen dari mereka yang mengalami gejala serangan jantung dini mengalami palpitasi jantung.

Palpitasi jantung terjadi ketika jantung memompa terlalu cepat atau terlalu keras. Bahkan mungkin terasa seolah-olah jantung berdebar-debar.

Baca juga: 5 Tanda Adanya Masalah di Jantung yang Sering Diabaikan, Apa Saja?

4. Sesak napas

Sesak napas (dispnea) sering kali merupakan indikasi penyakit kardiovaskular (jantung).

Seseorang mungkin kesulitan bernapas, baik saat berjalan atau melakukan aktivitas fisik, dan terkadang bahkan saat istirahat.

Adapun yang dirasakan seperti paru-paru tidak mendapatkan cukup udara.

Dikutip dari Medical News Today, survei 2003 yang melibatkan 515 wanita yang selamat dari serangan jantung menemukan, sebanyak 42,1 persen dari mereka mengalami gejala sesak napas sebulan sebelum serangan jantung.

5. Dada terasa terbakar

Sensasi terbakar di dada adalah tanda potensial lain dari serangan jantung yang akan datang.

Dada terasa terbakar karena penyakit jantung dapat terasa seperti nyeri ulu hati.

Selain itu, perhatikan waktu timbulnya gejala, misalnya, setelah mengonsumsi makanan pedas yang biasanya memicu nyeri ulu hati dan gejala tambahan lainnya.

Jika seseorang mengalami nyeri dada atau ketidaknyamanan secara teratur, segera mencari bantuan medis.

6. Kelelahan

Kelelahan yang terjadi terus-menerus, bahkan ketika sudah beristirahat, dapat menandakan masalah yang lebih serius.

Survei 2003 yang melibatkan 515 wanita menemukan, sebanyak 70,7 persen wanita dalam penelitian tersebut melaporkan tingkat kelelahan yang tidak normal sebulan sebelum serangan jantung terjadi.

Jika seseorang mengalami kelelahan terus-menerus dan tidak dapat mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan.

Baca juga: Sering Disangka Masuk Angin, Ini Tanda Serangan Jantung yang Wajib Diwaspadai

7. Pusing atau kepala berkunang-kunang

Pusing dapat terjadi karena berkurangnya aliran darah ke otak yang berhubungan dengan jantung yang tidak memompa darah secara efektif.

Beri tahu penyedia layanan kesehatan jika mengalami pusing bersama dengan gejala-gejala pra-serangan jantung lainnya.

8. Mual

Rasa tidak nyaman di perut, mual, dan muntah merupakan gejala-gejala yang mungkin terjadi pada penyakit jantung dan serangan jantung.

Seseorang perlu mewaspadai hal ini, terutama jika tidak dapat mengidentifikasi penyebab lain dari rasa mual tersebut.

9. Kecemasan

Menurut sebuah penelitian, di antara pasien yang mengalami gejala pra-serangan jantung, 23 persen di antaranya mengalami kecemasan.

Orang dengan penyakit kardiovaskular sering kali mengalami kecemasan yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit.

Baca juga: Waktu Makan Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Jantung, Ini Kata Dokter IPB

10. Gangguan tidur

Gangguan tidur bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk stres dan konsumsi kafein di siang hari.

Namun, masalah tidur yang terjadi tanpa penyebab yang jelas bisa jadi merupakan tanda peringatan serangan jantung.

Orang dengan penyakit jantung mungkin mengalami ortopnea, yaitu sesak napas saat berbaring. Hal ini dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk tidur.

Survei 2003 yang melibatkan 515 wanita menemukan, sebanyak 47,8 persen wanita yang selamat dari serangan jantung mengalami gangguan tidur sebelumnya.

11. Pembengkakan

Terkadang, pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki, atau telapak kaki dapat mengindikasikan penyakit jantung.

Jika darah tidak mengalir ke seluruh tubuh sebagaimana mestinya, darah dapat terkumpul di pembuluh vena dan menyebabkan pembengkakan.

Kaki dan pergelangan kaki merupakan tempat umum terjadinya pembengkakan.

12. Nyeri di bagian tubuh lain

Anehnya, nyeri akibat serangan jantung mungkin tidak hanya terjadi di dada, melainkan juga dapat terjadi di lengan, punggung, rahang, atau leher.

Nyeri ini dapat terjadi selama serangan jantung, tetapi juga pada minggu-minggu menjelang serangan jantung.

Perlu dicatat, gejala-gejala di atas tidak selalu menandakan adanya serangan jantung atau penyakit jantung.

Namun, jika mengalami lebih dari satu tanda di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi