Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Pria di AS, Palsukan Kematian Demi Bisa Bertemu Selingkuhan

Baca di App
Lihat Foto
canva.com
Pria di Wisconsin, Amerika Serikat (AS), Ryan Borgwardt, palsukan kematiannya demi bertemu selingkuhan di Georgia.
|
Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh

KOMPAS.com - Seorang pria di Wisconsin, Amerika Serikat (AS), Ryan Borgwardt dijatuhi hukuman penjara selama 3 bulan karena memalsukan kematian dengan berpura-pura tenggelam saat berkayak di Green Lake.

Green Lake merupakan wisata alam yang terletak sekitar 160 kilometer dari Milwaukee, AS.

Ia melakukan aksinya itu untuk bisa bertemu selingkuhannya di Georgia. Diketahui, Ryan telah beristri dan memiliki tiga orang anak.

Lalu, bagaimana awal mula Ryan nekat palsukan kematiannya demi selingkuhan?

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Tanda-tanda Pasangan Selingkuh Menurut Ahli, Salah Satunya Narsisme

Kronologi kejadian

Dilansir dari ABC, Rabu (27/8/2025), kasus ini bermula pada 11 Agustus 2024, ketika Ryan mengirim pesan kepada istrinya bahwa ia akan bermain kayak di Danau Hijau.

Setelah mengabari istrinya, Ryan tak pernah pulang. Ia dilaporkan hilang pada 12 Agustus 2024.

Petugas pun melakukan pencarian besar-besaran di Green Lake. Namun, mereka hanya menemukan kayak dan jaket pelampung yang terbalik.

Penyelidik awalnya menduga Ryan tenggelam.

Namun, setelah pencarian selama 58 hari tidak membuahkan hasil, kecurigaan muncul ketika terungkap bahwa Ryan telah mengurus paspor baru beberapa bulan sebelum menghilang.

Baca juga: Andy Byron Resign Usai Terciduk Selingkuh di Konser Coldplay, Apa Kata Perusahaannya?

Dikutip dari CNN, Rabu (27/8/2025), hasil investigasi menemukan, pria itu sengaja membalikkan kayak, membuang identitasnya ke danau, lalu melarikan diri menggunakan rakit karet dan sepeda listrik.

Dari Madison, ia naik bus ke Toronto, kemudian terbang ke Paris, dan akhirnya menuju Georgia untuk bertemu seorang wanita asal Uzbekistan yang dikenalnya secara daring.

Pria 45 tahun itu juga telah menghapus riwayat pencarian internet, mengurus paspor baru, menanyakan soal transfer dana ke bank asing, hingga membuat polis asuransi jiwa tambahan.

Tetapi, aksinya tidak berjalan mulus. Rencana ini terbongkar setelah pihak berwenang menerima informasi dari seorang perempuan berbahasa Rusia yang mengenalnya.

Ryan akhirnya kembali ke AS pada Desember 2024 setelah polisi berhasil melacak keberadaannya.

Baca juga: Tusuk Seorang Pria, Pelaku Duga Korban Selingkuh dengan Istrinya

Rumah tangga hancur

Rencana itu berujung pada kehancuran rumah tangga Ryan.

Istri yang telah dinikahinya selama 22 tahun menceraikannya empat bulan setelah kasus ini terungkap.

Jaksa menyebut Ryan telah merencanakan aksinya berbulan-bulan, mulai dari membatalkan vasektomi, mengambil asuransi jiwa, hingga meneliti cara berpura-pura tenggelam.

Jaksa juga menilai tindakan Ryan termasuk egois karena meninggalkan keluarga demi kepentingan pribadi. Atas perbuatannya, ia dijatuhi hukuman 3 bulan penjara.

Ia juga diwajibkan membayar biaya pencarian sebesar 30.000 dollar AS atau sekitar Rp 490 juta.

Di pengadilan, Ryan menyatakan penyesalannya, serta menebus kesalahan dan bersedia membayar ganti rugi.

“Saya sangat menyesali tindakan yang saya lakukan malam itu dan semua penderitaan yang saya timbulkan kepada keluarga dan teman-teman saya,” kata dia di pengadilan.

Namun, hakim menegaskan bahwa hukuman penjara yang lebih lama diperlukan sebagai peringatan bagi siapa pun yang berencana memalsukan kematian dan menyesatkan aparat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi