KOMPAS.com - Satu tahun di Bumi adalah 365 hari, yakni waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi Matahari (revolusi).
Setiap planet di Tata Surya berputar mengelilingi Matahari, namun masing-masing membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk menyelesaikan satu putaran.
Artinya, planet yang mengorbit lebih dekat ke Matahari daripada Bumi memiliki tahun (hitungan Bumi) yang lebih pendek.
Sebaliknya, planet yang mengorbit Matahari lebih jauh daripada Bumi memiliki tahun-tahun yang lebih panjang.
Baca juga: Teleskop James Webb Tangkap Planet Pandora Film Avatar di Dunia Nyata
Dikutip dari laman NASA, berikut adalah perbandingan lama satu tahun di setiap planet (berdasarkan hari di Bumi):
- Merkurius: 88 hari
- Venus: 225 hari
- Bumi: 365 hari
- Mars: 687 hari, hampir setara dengan 2 tahun Bumi
- Jupiter: 4.333 hari, setara dengan 11,8 tahun Bumi
- Saturnus: 10.759 hari, setara dengan 29,4 tahun Bumi
- Uranus: 30.687 hari, setara dengan 84 tahun Bumi
- Neptunus: 60.190 hari, setara dengan 165 tahun Bumi.
Baca juga: Teleskop NASA Menangkap Gambar Aurora di Planet Jupiter, Seperti Apa Penampakannya?
Usia planet di Tata Surya
Memperkirakan usia peristiwa tertentu merupakan salah satu masalah tersulit dalam astrofisika, sehingga Tata Surya tidak memiliki usia yang tepat untuk setiap planet.
Mengutip laman Astronomy, usia Tata Surya berasal dari penanggalan radiometrik sampel batuan dari Bumi, Bulan, dan meteorit.
Dengan menggunakan teknik ini, para peneliti menemukan bahwa usia absolut Bumi adalah 4,54 miliar tahun, dengan ketidakpastian hanya 1 persen.
Perkiraan usia planet bisa diketahui dengan mengetahui garis waktu pembentukan alam semesta, termasuk Tata Surya di dalamnya.
Baca juga: Bagaimana Siklus Musim di Planet Lain, Adakah yang Mirip Bumi?
Dilansir dari laman The Planetary Society, berikut adalah garis waktu pembentukan Tata Surya:
- 13,8 miliar tahun lalu: Big Bang membentuk alam semesta.
- 4,6 miliar tahun yang lalu: Matahari terbentuk dari sekelompok protobintang yang terbentuk dari awan puing yang ditinggalkan oleh ledakan bintang sebelumnya di Bima Sakti.
- 4,59 miliar tahun lalu: Planet-planet raksasa Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus terbentuk di sekitar protomatahari.
- 4,55 miliar tahun lalu: Matahari mulai menggabungkan hidrogen menjadi helium.
- 4,5 miliar tahun lalu: Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars terbentuk.
- 4,5 - 4,1 miliar tahun lalu: Matahari terpisah secara gravitasi dari protobintang lain.
- 4,1 - 3,8 miliar tahun lalu: Orbit planet-planet raksasa bergeser, menyebarkan obyek-obyek kecil ke seluruh tata surya.
- 3,8 - 3,5 miliar tahun lalu: Kehidupan dimulai di Bumi.
Baca juga: Tata Surya Kini Punya 953 Bulan, Apakah Jumlahnya Akan Bertambah?
Berdasarkan linimasa tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua planet terbentuk pada waktu yang hampir bersamaan dengan beberapa perbedaan kecil.
Planet-planet raksasa, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, berusia sekitar 4,59 miliar tahun.
Sementara Bumi, bersama planet-planet lain yang lebih kecil (Merkurius, Venus, dan Mars) berusia sekitar 4,5 miliar tahun.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.