KOMPAS.com - Misteri dan legenda Segitiga Bermuda telah beredar di kalangan masyarakat selama bertahun-tahun. Lokasi ini berada di wilayah Samudra Atlantik, dan dikelilingi oleh Miami, Bermuda, dan Puerto Riko.
Sejumlah kapal dan pesawat dilaporkan hilang tanpa jejak di wilayah tersebut. Hal ini membuat Segitiga Bermuda kerap dikaitkan dengan teori-teori paranormal.
Namun, penelitian ilmiah terbaru justru memberi penjelasan lain.
Baca juga: Jadi Tempat Paling Misterius di Bumi, di Mana Lokasi Segitiga Bermuda?
Gelombang ganas dan dinding air vertikal
Dilansir dari Times of India, Rabu (27/8/2025), Ahli Kelautan Universitas Southampton, Dr. Simon Boxall, mengungkapkan dalam film dokumenter Channel 5 The Bermuda Enigma bahwa fenomena gelombang ganas (rogue waves) bisa menjadi penyebab hilangnya kapal dan pesawat.
Gelombang ganas ini dapat membentuk dinding air raksasa setinggi 30 meter yang muncul tiba-tiba tanpa peringatan. Kapal maupun pesawat yang melintas bisa langsung dihantam.
Fenomena tersebut terjadi ketika beberapa badai bertemu di satu titik.
“Ada badai di selatan dan utara yang datang bersamaan. Jika ditambah badai dari Florida, terbentuklah gelombang ganas yang berpotensi mematikan,” jelas Boxall.
Ia menambahkan, semakin besar ukuran kapal, semakin besar pula kerusakan yang ditimbulkan jika dihantam gelombang setinggi itu.
Untuk membuktikannya, tim Boxall membuat model mini kapal USS Cyclops, kapal batubara sepanjang 165 meter yang hilang pada 1918 bersama 306 awak.
Dalam simulasi, gelombang ganas mampu mencapai puncak kapal, memecahnya menjadi dua, lalu menenggelamkannya hanya dalam waktu 2–3 menit.
Baca juga: Kaca Segitiga Kecil Mobil Jangan Dipecahkan Saat Kondisi Darurat, Benarkah?
Tak semua ahli percaya
Meski demikian, sejumlah ilmuwan menilai misteri Segitiga Bermuda tidak perlu dibesar-besarkan.
Dilansir dari Daily Mail, Senin (25/8/2025), beberapa peneliti menyebut tingkat kecelakaan di Segitiga Bermuda sebenarnya tidak lebih tinggi dibandingkan wilayah laut lain yang padat jalur pelayarannya.
Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) menegaskan tidak ada bukti bahwa kecelakaan di Segitiga Bermuda terjadi lebih sering atau lebih misterius dibanding kawasan laut lainnya.
Data dari Lloyd’s of London, perusahaan spesialis asuransi, juga menunjukkan risiko kerugian di Segitiga Bermuda setara dengan wilayah laut mana pun di dunia.
Menurut NOAA, faktor lingkungan sudah cukup menjelaskan banyak kecelakaan di sana, mulai dari gelombang besar, badai tropis, hingga perairan dangkal berbahaya di sekitar Karibia.
Baca juga: Mengenal Segitiga Bermuda, Salah Satu Tempat Paling Misterius di Bumi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.