KOMPAS.com - Penemuan unik datang dari Mesir, saat arkeolog melaporkan adanya penggambaran mirip karakter kartun Marge Simpson di dalam sebuah sarkofagus berusia sekitar 3.500 tahun.
Menurut laporan Greek Reporter, Minggu (24/8/2025), di bagian dalam tutup sarkofagus terlihat ilustrasi seorang perempuan berkulit kuning, mengenakan gaun hijau panjang, serta memiliki rambut biru menjulang berbentuk persegi panjang.
Ciri-ciri ini sontak mengingatkan kita pada sosok Marge Simpson, salah satu tokoh utama dalam serial animasi legendaris The Simpsons.
Baca juga: Meneliti Stalagmit, Arkeolog Temukan Penyebab Runtuhnya Peradaban Maya 1.000 Tahun Lalu
Meski gambar tersebut berasal dari era jauh sebelum lahirnya kartun modern, kesamaan visual itu membuat publik terkesima dan menimbulkan perbincangan riuh, baik di kalangan arkeolog maupun para penggemar budaya pop.
Banyak pengguna Reddit bercanda dengan komentar menebak bahwa gambar dalam sorkofagus itu mirip Marge Simpsons.
Bahkan ada juga yang menyebut bahwa Mesir sudah meramalkan "kelahiran" The Simpsons.
Baca juga: Arkeolog Temukan La Fortuna, Kapal Spanyol yang Meledak di Pesisir Carolina Utara Tahun 1748
Sosok sebenarnya dari gambar yang disebut mirip Marge Simpsons
Meski mirip tokoh animasi populer, para ahli menegaskan lukisan tersebut sebenarnya menggambarkan Tadi Ist, putri seorang imam besar dari kota kuno El-Ashmunein, yang dikuburkan di Minya, Mesir Hulu.
Penemuan ini dilakukan awal 2023, ketika para arkeolog membuka peti mati berusia 3.500 tahun.
Lukisan itu dikelilingi 12 pendeta tinggi yang melambangkan jam-jam dalam sehari.
Sang mumi ditemukan dalam kondisi terawat, lengkap dengan topeng dan gaun berhias manik-manik.
“Ini adalah pemandangan langka dan penting. Setiap detail memiliki makna khusus,” ujar Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala, Mostafa Waziry, dikutip dari The Egyptian Gazette.
Namun, tak bisa dipungkiri, sosok mirip Marge Simpson inilah yang paling mencuri perhatian.
Baca juga: Arkeolog Temukan Alat Batu Berusia 1,48 Juta Tahun di Sulawesi, Pertanda Apa?
Lebih banyak penemuan mumi dan artefak
Tak hanya Tadi Ist, para arkeolog juga menemukan sarkofagus lain berisi mumi perempuan bernama Nany, seorang "bidadari" dari Djehouti, yang berasal dari akhir Dinasti ke-20.
Bersamaan dengan itu, ditemukan pula papirus sepanjang 16–18 meter yang diyakini berisi teks Kitab Orang Mati, serta sejumlah artefak, termasuk guci kanopik dan patung pemakaman dari kayu dan tembikar.
Papirus berharga tersebut rencananya akan dipamerkan di Museum Besar Mesir.
Baca juga: Arkeolog Temukan Makam Wanita Muda Kaya Raya yang Terkubur 3.000 Tahun di Iran
Lebih jauh, tim arkeologi Mesir juga melaporkan penemuan empat makam berusia 4.300 tahun di Saqqara, termasuk mumi seorang pria bernama Hekashepes yang masih terawetkan dalam sarkofagus batu.
Penemuan ini dianggap sebagai salah satu mumi non-kerajaan tertua dan paling lengkap yang pernah ditemukan.
Kompleks pemakaman itu berada di sebuah terowongan sepanjang 15 meter di selatan Kairo dan diyakini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi pejabat tinggi serta pendeta pada masa Kerajaan Baru Mesir (1550–1069 SM).
Baca juga: Sejak Kapan Manusia Mulai Makan Telur? Arkeolog Ungkap Jejaknya
Wawasan tentang praktik pemakaman kerajaan baru Mesir
Dilansir dari The Archeologist.org (4/6/2024), penemuan ini memberikan gambaran penting mengenai tradisi pemakaman di era Kerajaan Baru Mesir.
Peti mati dari Dinasti ke-20 bukan sekadar wadah jasad, tetapi juga mencerminkan kondisi sosial-politik pada masanya.
Pada periode tersebut, muncul tren penekanan terhadap kesalehan pribadi serta gagasan “demokratisasi akhirat”, keyakinan bahwa kehidupan abadi tidak hanya menjadi hak para bangsawan dan elite, tetapi juga dapat diraih rakyat biasa.
Detail pada tutup peti mati mengungkap keterampilan luar biasa para pengrajin Mesir kuno.
Teknik ukir dan lukis yang digunakan menunjukkan standar artistik tinggi yang telah dicapai pada masa itu.
Baca juga: Arkeolog Temukan Batu Akik Berusia 600 Tahun di Parit Kastil Abad Pertengahan
Melalui karya ini, para ahli dapat menelusuri bahan, pewarna, serta metode pengerjaan yang berkembang selama periode Kerajaan Baru.
Lebih dari sekadar artefak, temuan seperti ini menjadi pintu masuk bagi para sejarawan dan arkeolog untuk merekonstruksi garis waktu Dinasti ke-20.
Peti mati dan artefak pendukungnya membantu mengungkap kondisi sosial-ekonomi, praktik keagamaan, hingga pandangan hidup masyarakat Mesir pada masa tersebut.
Dengan begitu, setiap penemuan memberi potongan puzzle berharga dalam memahami peradaban yang telah berusia ribuan tahun ini.
Baca juga: Arkeolog Temukan Makam Penuh Harta Karun Milik Raja Pertama Kota Maya
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.