KOMPAS.com - Pesan berisi sejumlah imbauan untuk warga Tionghoa di tengah demo buruh, Kamis (28/8/2025), beredar di media sosial Facebook.
Unggahan tersebut menyerukan agar warga Tionghoa tidak menggelar acara dalam waktu dekat dan berhati-hati ketika keluar rumah, terutama saat unjuk rasa berlangsung.
"PENGUMUMAN UNTUK WARGA TIONGHOA
Sehubungan dengan adanya informasi mengenai rencana aksi/demo besar pada 28 Agustus 2025, kami menghimbau kepada seluruh warga Tionghoa agar:
Baca juga: Demo Buruh di Senayan, KAI Commuter Siapkan Rekayasa Perjalanan KRL Rangkasbitung
1. Menunda atau tidak mengadakan acara perayaan secara meriah terlebih dahulu pada waktu dekat ini, demi menjaga kenyamanan dan keamanan bersama.
2. Tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di luar rumah, khususnya menjelang dan pada tanggal tersebut.
3. Mengikuti arahan aparat keamanan setempat serta memperhatikan perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.
4. Mengutamakan keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar di atas segalanya.
Langkah ini bersifat sementara sampai situasi kembali kondusif. Mari kita saling menjaga, saling mengingatkan, dan tetap tenang menghadapi keadaan. Terima kasih atas pengertian dan kerja samanya," bunyi unggahan tersebut.
Lantas, benarkah imbauan tersebut?
Baca juga: Daftar 19 Kereta Api yang Berhenti di Stasiun Jatinegara, Imbas Demo Buruh
Penjelasan polisi
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi memastikan, narasi tersebut adalah hoaks.
"Tidak benar. Masyarakat tidak perlu khawatir, kami ada di lapangan 24 jam," kata dia saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (29/8/2025).
Ade juga memastikan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan imbauan khusus kepada warga Tionghoa di Indonesia.
Pihaknya hanya mengimbau kepada para pengunjuk rasa untuk tidak melakukan live TikTok dan tetap bekerja sama dengan kepolisian.
Baca juga: Demo Buruh 28 Agustus di DPR Bubar, Massa Pindah Lokasi ke Sini
Imbauan tersebut diberikan dengan maksud untuk mencegah adanya penyusup dan tindak provokatif.
"Dimohon juga kita bekerja sama menghindari pihak-pihak lain yang ingin mencoba memanfaatkan situasi, masuk, menyusup, yang membuat nama menjadi tidak baik bagi para pihak yang tadinya sudah berkomunikasi aktif dengan Polda Metro Jaya akan menyampaikan pendapat," ucapnya, dikutip dari Kompas TV, Kamis.
Selain itu, Ade juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mengikuti petunjuk petugas kepolisian yang bertugas di lapangan.
Menurutnya, ada kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas, sehingga masyarakat akan diarahkan ke jalan lain.
"Kami menghaturkan permohonan maaf, hal ini kami lakukan semata-mata untuk selalu menciptakan situasi kenyamanan, keamanan untuk semuanya," ujarnya.
Baca juga: Demo Buruh 28 Agustus di Gedung DPR, Apa yang Perlu Diketahui?
Demo buruh 28 Agustus 2025
Demo hari ini diikuti oleh puluhan ribu buruh untuk menyuarakan tuntutannya di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
Aksi ini diprakarsai oleh Partai Buruh bersama koalisi serikat pekerja, termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Partai Buruh ini berlangsung mulai pukul 10.00 WIB.
Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah mengatakan, demo hari ini merupakan bentuk kekecewaan pekerja terhadap pemerintahan dan parlemen.
Menurutnya, para pekerja sudah mencapai titik jenuh dengan apa yang terjadi di Indonesia.
Pengunjuk rasa membentangkan spanduk besar bergambar tikus berjas dan berdasi di depan Gedung DPR RI.
Spanduk itu merupakan simbol protes terhadap praktik korupsi yang marak terjadi.
Baca juga: Info Demo Buruh Hari Ini: Ratusan Pelajar dari Berbagai Kota Diamankan Polisi Saat Hendak Ikut Aksi
Selain spanduk bergambar tikus berdasi, massa juga mengibarkan bendera partai buruh dan serikat pekerja.
Mereka memenuhi area depan gerbang utama DPR. Sementara, beberapa buruh duduk bersila di badan jalan Gatot Subroto sembari mendengarkan orasi.
Ada enam tuntutan utama dalam aksi demo buruh hari ini:
- Mendesak pencabutan PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang aturan outsourcing
- Menuntut penghapusan sistem outsourcing (alih daya) dan menolak upah murah
- Meminta kenaikan Upah Minimum Tahun 2026 sebesar 8,5 hingga 10,5 persen
- Menghentikan praktik pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan membentuk Satgas PHK
- Menuntut adanya reformasi pajak perburuhan, termasuk penghapusan pajak Tunjangan Hari Raya (THR) dan Jaminan Hari Tua (JHT)
- Mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan tanpa konsep omnibus law.
Tak hanya di Jakarta, demo buruh hari ini juga berlangsung di berbagai daerah, seperti Serang, Bandung, Surabaya, Semarang, Banda Aceh, Batam, Bandar Lampung, Banjarmasin, Pontianak, Makassar, Samarinda, dan sebagainya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.