KOMPAS.com - Ribuan orang memadati jalan utama Kota Bunol, Spanyol, pada Rabu (27/8/2025).
Mereka berkumpul untuk satu tujuan, yakni saling melempar tomat matang hingga jalanan berubah menjadi lautan merah.
Dilansir dari The Independent, ada sekitar 20.000 orang ikut merayakan festival perang makanan tahunan bertajuk "La Tomatina", yang tahun ini bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Kota Bunol.
Mereka bukan tidak hanya berasal dari Spanyol, melainkan juga dari berbagai negara lain. Mereka datang untuk merayakan festival perang makanan tahunan, La Tomatina,
Baca juga: Arkeolog Temukan La Fortuna, Kapal Spanyol yang Meledak di Pesisir Carolina Utara Tahun 1748
120 ton tomat jadi “amunisi”
Seperti tradisi setiap tahun, sekitar 120 ton tomat yang ditanam khusus untuk festival diangkut dengan truk ke tengah kota.
Festival dimulai setelah seorang peserta berhasil merebut ham dari puncak tiang licin berlumur minyak, tanda pertarungan tomat segera dimulai.
Begitu kembang api pertama dilepaskan, ribuan orang langsung saling melempar tomat yang sudah diremukkan.
Sebagaimana dilansir BBC, Kamis (28/8/2025), musik berdentum membuat suasana menyerupai pesta jalanan.
Dalam hitungan menit, pakaian peserta berubah warna menjadi merah muda akibat siraman bubur tomat dari segala arah.
Baca juga: Perang Tomat di Spanyol, Habiskan 120 Ton Tomat Matang untuk Amunisi
Aturan main La Tomatina
Meski terlihat kacau, festival ini punya aturan. Itu termasuk tomat wajib diremukkan sebelum dilempar agar tidak melukai orang lain, peserta dilarang membawa benda keras, merobek pakaian, atau mendekati jalur truk, serta tomat tidak boleh dimakan, hanya boleh dihancurkan.
Banyak peserta mengenakan kacamata renang hingga penyumbat telinga demi melindungi diri dari cipratan tomat.
Pertarungan berlangsung selama satu jam, hingga kembang api kedua ditembakkan sebagai tanda usai.
Setelah itu, ribuan orang bergegas ke kamar mandi umum untuk membersihkan tubuh dari bubur tomat kental setinggi mata kaki.
“Saat itu terjadi, yang ada hanyalah bayangan tomat. Sungguh luar biasa,” kata Adrian Columb, warga Irlandia yang ikut serta, dikutip BBC.
Baca juga: Pesawat Akrobatik Jatuh di Spanyol Usai Lakukan Manuver, Pilot dan Penumpang Hilang
Dari keributan remaja jadi festival dunia
Tradisi La Tomatina berawal pada 1945, ketika perkelahian antar remaja di parade kota berubah menjadi perang tomat. Sejak itu, acara digelar rutin setiap Rabu terakhir bulan Agustus.
Popularitasnya melejit pada 1980-an setelah diliput media internasional. Pada 2002, pemerintah Spanyol menetapkannya sebagai atraksi wisata internasional.
Festival hanya pernah batal dua kali, yakni pada 2020 dan 2021 karena pandemi Covid-19. Kini, perayaan serupa juga digelar di Florida, Sutamarchan (Kolombia), Amsterdam, hingga Hyderabad, meski Bunol tetap menjadi pusat La Tomatina yang otentik.
“Dari tahun ke tahun, Anda bisa melihat bagaimana Tomatina tumbuh dan berkembang,” kata Wakil Wali Kota Bunol, Sergio Galarza.
Uniknya, hanya beberapa jam setelah usai, jalanan kota kembali bersih. Kandungan asam sitrat dalam tomat membantu membersihkan aspal dan dinding bangunan layaknya pembersih alami.
Baca juga: Wanita di Spanyol Jadi Kolektor Cangkir Telur Terbanyak di Dunia, Ini Kisahnya
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.